Mahasiswi Universitas Parahyangan Mencapai Puncak Denali Alaska | | HIDUPKATOLIK.com

Mahasiswi Universitas Parahyangan Mencapai Puncak Denali Alaska

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

WISSEMU saat mendaki puncak Gunung Aconcagua, Argentina
Mahasiswi Universitas Parahyangan Mencapai Puncak Denali Alaska
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – DENALI, biasa dikenal sebagai Gunung McKinley. Ini merupakan gunung tertinggi di Amerika Utara. Dengan puncak setinggi 6.168 meter, tidak ada dataran lain yang lebih tinggi di sekitar tempat ini.

Dua hari yang lalu, The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala- Universitas Parahyangan berhasil mencapai puncak Denali. Tim yang terdiri dari Mathilda Dwi Lestari dan Fransiska Dimitri Ingkiriwang mulai perjalanan menuju puncak Denali pada 19 Juni 2017. Setelah berjuang melewati dinginnya salju di Gunung McKinley ketikanya berhasil mengibarkan Sang Merah Putih di Puncak Denali

Lebih dikenal sebagai Tim WISSEMU, sesuai semangatnya mereka memiliki misi untuk mendaki 7 puncak tertinggi dunia di tujuh lempeng benua yang berbeda. Dengan pencapaian ini mereka sudah menyelesaikan enam dari tujuh puncak tersebut, yaitu Kilimanjaro di Afrika, Elbrus di Eropa, Carstensz Pyramid di Papua, Aconcagua di Amerika Selatan, Vinson Massif di Antartika dan terakhir puncak Denali. Dengan demikian mereka hanya menyisakan, Everest sebagai daratan tertinggi di dunia untuk ditaklukkan.

Gunung McKinley terletak di Pegunungan Alaska di pedalaman negara bagian Alaska. Gunung ini masuk dalam kawasan Denali National Park and Preserve, Alaska.

George Vancouver tercatat sebagai orang Eropa pertama yang mencatat keberadaan gunung ini adalah pada tahun 1794. Sedangkan empat orang pertama yang mampu mencapai puncaknya adalah Hudson Stuck, Harry Karstens, Walter Harper, dan Robert Tatum, yang mendaki lewat jalur selatan pada tanggal 7 Juni 1913.

Antonius E. Sugiyanto

Comments on Facebook