Koordinasi Persiapan Syawalan Kebangsaan dan Srawung Anak Bangsa di KAS | | HIDUPKATOLIK.com

Koordinasi Persiapan Syawalan Kebangsaan dan Srawung Anak Bangsa di KAS

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Panitia Peserta Rapat Srawung Anak Bangsa di Wisma Mahasiswa Katolik Yogyakarta. (Dok. HAK-KAS)
Koordinasi Persiapan Syawalan Kebangsaan dan Srawung Anak Bangsa di KAS
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – SEMANGAT untuk mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman – apa pun agamanya – terus dipupuk dan dikembangkan oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (HAK KAS), melalui strategi seni dan budaya. Sedangkan subjek pelakunya adalah para seniman budayawan apa pun kategorinya dan kaum muda lintas agama.

Dalam rangka mewujudkan peradaban kasih tersebut, Rabu, 5/7, Ketua Komisi HAK-KAS Romo Aloys Budi Purnomo meluncur dari Semarang ke Yogyakarta untuk menghadiri rapat koordinasi acara yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu, 22-23 Juli 2017 mendatang.

Syawalan Kebangsaan
Untuk mempersiapkan acara Syawalan Kebangsaan, sesudah merayakan Ekaristi di Kapel Asrama St Teresa Avila Unika Soegijapranata Semarang pada pukul 06.00 WIB dan berkantor di Ruang Campus Ministry, Romo Budi kemudian meluncur menuju XT Square Yogyakarta menjumpai Direktur Operasional/Pemasaran XT Square Widihasto Wasana Putra.

Di tempat itu, Romo Budi berkoordinasi dengan Widihasto mempersiapkan acara Syawalan Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada Sabtu 22 Juli. Rencananya, acara ini akan dilaksanakan di Museum Sudirman atau Halaman DPRD Yogyakarta.

Widihasto berkenan membantu Komisi HAK KAS untuk mengkoordinir terselenggaranya acara “Syawalan Kebangsaan” yang akan menghadirkan dan melibatkan para pelaku seni dan budaya kota Yogyakarta. Widihasto adalah Ketua Gerakan Rakyat Pancasila yang pada 1 Juni lalu menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila di Yogyakarta yang melibatkan belasan ribu peserta dan dihadiri Sri Sultan Hamengku Buwono X. Widihasto pulalah yang pada tanggal 17-18 Juni berkoordinasi dengan para kurator Yogyakarta menyelenggarakan acara “Ngabuburit Mural Pancasila” di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Kali ini, dalam rangka “Syawalan Kebangsaan”, Komisi HAK KAS meminta bantuannya untuk menjadi koordinator. Anggota Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta tersebut menerima dan menyambut Romo Budi beserta rombongan dengan ramah. Bahkan, di ruang kerjanya di XT Square, ia sudah menyiapkan minuman dan santap siang berupa nasi telur goreng ayam geprak sambal bawang.

“Saya merasa tidak salah memilih mohon bantuan kepada Mas Hasto dalam rangka ‘Syawalan Kebangsaan’ ini nanti. Beliaulah sosok yang paling tepat. Jaringannya luas dan komitmen kebangsaan menjaga keutuhan NKRI sudah terbukti!” Jelas Romo Budi.

Romo Budi berharap aktivitas yang terkait acara “Syawalan Kebangsaan” yang juga didukung oleh tokoh budaya Yogyakarta seperti  Romo GP Sindhunata SJ dan Landung Simatupang itu nantinya dapat berjalan lancar. Diharapkan pula agar kegiatan ini menjadi upaya nyata mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman – apa pun agamanya; melalui jalur seni dan budaya, khususnya di Yogyakarta

Ketua Komisi HAK-KAS Romo Aloys Budi Purnomo salam komando bersama Widihasto. (Dok. HAK KAS)

Srawung Anak Bangsa
Sesudah berkoordinasi dengan Widihasto, Tim Komisi HAK KAS meluncur menuju Wisma Mahasiswa Katolik Yogyakarta untuk mengikuti rapat persiapan “Srawung Anak Bangsa”. Acara ini akan digelar sehari sesudah Syawalan Kebangsaan, 23 Juli, di Plasa Ngasem, Yogyakarta.

Rapat koordinasi yang dihadiri Sunarto, Ketua Kom HAK Kevikepan DIY dan Sekretaris Kom HAK KAS Lukas Awi Tristanto ini dipimpin oleh Yunan Helmi dan melibatkan sejumlah aktivis dan kaum muda dari berbagai agama. Srawung Anak Bangsa yang akan melibatkan ratusan pengisi acara dari berbagai komunitas itu memiliki target dapat diikuti seribu peserta dan dapat mengemas acara dengan ekspresi seni dan budaya, khususnya oleh kaum muda lintas agama.

Sesudah rapat koordinasi, Romo Budi dan Helmi bersama Bagus dari kaum muda Hindu masih sempat mengadakan rekaman theme song untuk acara Srawung Anak Bangsa di studio yang letaknya di kawasan Retno Dumilah. Dipandu oleh Helmi dan Anselmo, rekaman berlangsung lancar. Usai menjalani rekaman, lewat tengah malam Tim Komisi HAK KAS kembali meluncur ke Semarang.

Kolaborasi Yunan Helmi – Koordinator Srawung Anak Bangsa dan Romo Budi – Ketua Kom HAK KAS. (Dok. HAK-KAS)

Adapun syair lagu ciptaan Yunan Helmi yang akan menjadi theme song Srawung Anak Bangsa, sebagai berikut:
 
Kawan, kita semua saudara
Dalam cinta Tuhan yang Esa
Perbedaan itu kehendakNya
Asal keberagaman
Kekayaan Indonesia

Jangan ada benci di hati
Penuhi hati dengan cinta
Bukankah Tuhan Sang Maha Cinta
Yang menciptakan kita, lalu mengapa membenci? 

Reff: Mari bersatu untuk bangsa bersama indahnya perbedaan …
Karna kita slalu percaya cinta tak memilih, damai dalam cinta …
Daun yang jatuh kehendakNya, terlebih kita yang tak sama …
Iman memang seharusnya utuh, namun salahkah jika yang lain dengan imannya?

(ANS)

Comments on Facebook