Paus Resmikan Satu Gelar Baru Kardinal | | HIDUPKATOLIK.com

Paus Resmikan Satu Gelar Baru Kardinal

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Gereja Paroki Santissimo Sacramento a Tor de’Schiavi. Foto Insert: Kardinal José Gregorio Rosa Chávez [static.wixstatic.com]
Paus Resmikan Satu Gelar Baru Kardinal
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Paus Fransiskus meresmikan satu gelar baru untuk Kardinal-Imam, Rabu, 28 Juni 2017. Nama gelar tituler ini diambil dari nama salah satu Gereja Paroki di Keuskupan Roma, yaitu Santissimo Sacramento a Tor de’Schiavi.

Peresmian gelar baru ini bertepatan dengan pelaksanaan Konsistori Umum Pengangkatan Kardinal baru. Bapa Suci menggelar konsistori mini dan mengangkat lima Kardinal baru. Semuanya berstatus elektor dan memiliki usia rata-rata 72 tahun. Kardinal termuda Uskup Stockholm, Swedia, Kardinal Anders Arborelius (67,7 tahun); dan yang tertua adalah Uskup Auksilier San Salvador, Elsalvador, Kardinal José Gregorio Rosa Chávez (74,8 tahun).

Gelar tituler Kardinal-Imam Santissimo Sacramento a Tor de’Schiavi dianugerahkan oleh Bapa Suci kepada Kardinal Rosa Chávez. Dengan demikian, Kardinal Rosa Chávez adalah orang pertama yang menggunakan gelar titular Kardinal tersebut.

Gereja Paroki Santissimo Sacramento a Tor de’Schiavi terletak di Distrik Prenestino-Labicano, Agosta, daerah Lazio, Roma. Gereja ini didirikan pada 28 Maret 1963 dengan ditandai Dekrit Ad Uberius Animarum, yang dikeluarkan oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Roma, Kardinal Clemente Micara (1879-1965). Arsitek gereja ini adalah Francesco Fornari. Pada 5 Mei 1968, Vikjen Roma kala itu, Kardinal Angelo Dell’Acqua (1903-1972) memberkati gereja yang baru selesai dibangun.

Dalam sejarahnya, Gereja Paroki Santissimo Sacramento a Tor de’Schiavi ini pernah dua kali dikunjungi Paus, yakni pada 1 Juni 1972 oleh Paus Paulus VI (1897-1978) dan pada 14 Maret 1993 oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II (1920-2005). Dan, sejak 28 Juni 2017, Paus Fransiskus menjadikannya sebagai gelar tituler Kardinal-Imam.

R.B.E. Agung Nugroho

Comments on Facebook