Sinergi PWKI – Unika Soegijapranata Semarang | | HIDUPKATOLIK.com

Sinergi PWKI – Unika Soegijapranata Semarang

Hidup TV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band dan juga dapat ditonton secara Streaming di Komputer dan Handphone dengan mengakses www.Hidup.tv

Romo Budi dan Prof Budi bersama para jurnalis PWKI berfoto bersama sesudah Misa. (Dok. Campus Ministry Unika Soegijapranata)
Sinergi PWKI – Unika Soegijapranata Semarang
Mohon Beri Bintang

HIDUKATOLIK.com – PAGUYUBAN Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) bersinergi dengan Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang menyelenggarakan Perayaan Ekaristi di Kapel Ignatius Unika Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 15/7. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata, Romo Aloys Budi Purnomo ini membawa dua intensi utama. Pertama, doa “Demi Indonesia Satu Tak Terbagi” dan kedua, ucapan syukur HUT ke-21 Imamat Romo Aloys Budi Purnomo yang selama ini berkomitmen sebagai jurnalis dan mendampingi serta bekerjasama dengan para jurnalis di Semarang. Bahkan untuk Romo Budi, tak hanya dengan jurnalis Katolik tetapi juga lintas agama.

Hadir dari unsur PWKI yaitu Henri Pelupesi dari Koran Jakarta, Andre dari Metro TV, Vita dari TV Jateng, Fisca dan Hesti dari Suara Merdeka dan Tabloid CEMPAKA, Lulu dari MNC TV dan Wijaya serta Agung berasal dari Majalah INSPIRASI.

Sementara dari Unika Soegijapranata antara lain hadir Rektor Unika Soegijapranata Prof Ir Y. Budi Widianarko MSc, Kepala Sekretariat Unika Soegijapranata Dadut Setiadi, Prof Agnes Widanti, AMS Darmawan, Hermawan Hengwi, Peter Surya dan Yunarto.

Intensi Kebangsaan
PWKI mengusung tema kebangsaan pada Jumat, 14/7, secara serentak di berbagai tempat. Para wartawan Katolik prihatin akan situasi bangsa yang berada dalam bahaya keterpecahan. Itulah sebabnya intensi Misa kali di diangkat untuk berdoa “Demi Indonesia Satu dan Tak Terbagi.

Dalam homili, Romo Budi mengapresiasi kesempatan Misa tersebut. Seperti disebut dalam Injil, “Kita diutus laksana domba di tengah serigala. Kita dipanggil untuk cerdik dan tulus. Bahkan, kita dipanggil untuk berkorban. Pengorbanan itu untuk kebaikan semua orang. Kita dipanggil memberi kesaksian untuk mewartakan kebaikan Tuhan sesuai panggilan dan perutusan kita,” ujarnya.

Menyinggung dengan dunia pendidikan, Romo Budi juga mengajak agar kampus pun juga bisa menjadi berkat untuk bangsa yang utuh dan untuk masyarakat. “Kecerdasan yang berbuah berkah untuk kerukunan bangsa,” tegasnya.

Romo Budi bersama Tim Campus Ministry Unika Soegijapranata. (Dok. Campus Ministry Unika Soegijapranata).

Talenta Pro Patria et Humanitate
Menjaga keutuhan bangsa, merupakan tekad dan visi Unika Soegijapranata juga. Sesuai moto Unika Soegijapranata kita dipanggil menggunakan talenta bakat untuk negara bangsa dan kemanusiaan “Talenta Pro Patria et Humanitate”.

“Silakan dan terima kasih Unika menjadi tempat berdinamika teman-teman jurnalis. Ini rumah Tuhan. Milik semua orang,” Kata Prof Budi sebagai Rektor Unika Soegijapranata saat Romo Budi menyampaikan harapan agar boleh sebulan sekali berkumpul dan Misa di Kapel Unika. “Bahkan, pada level-level diskusi pun, welcome!” Pungkas Prof Budi.

Di akhir Misa, Tim Campus Ministry dan Romo Budi membagikan ceri-ceri merah yang terpampang pada kue tart kepada sejumlah Tim Campus Ministry yang bertugas kor dalam Misa tersebut. Tak luput buah ceri diberikan kepada Sr Elsa dan Pak Yoso.

(ANS)

Comments on Facebook