HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Kardinal Bangladesh Hadir dalam AYD di Yogyakarta

171
Kardinal Patrick D’Rozario CSC.
Kardinal Bangladesh Hadir dalam AYD di Yogyakarta
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Kardinal Patrick D’Rozario CSC hadir dan memimpin Misa Pembukaan Asian Youth Day (AYD) ke-7 di Jogya Expo Centre, Yogyakarta, Selasa, 2/8. Kardinal D’Rozario adalah Uskup Agung Dhaka, Bangladesh. Kardinal kelahiran Padrishibpur, Barisal, Bangladesh, 1 Oktober 1943 ini adalah Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawan) dan Keluarga di dalam Federasi Konferensi Para Uskup Asia (Federation of Asian Bishops’ Conference, FABC).

Kardinal D’Rozario merupakan anggota Kongregasi Para Imam Salib Suci (Congregatio a Sanctae Cruce, CSC), yang mengikrarkan kaulnya pada 14 Juni 1962. Ia ditahbiskan sebagai imam CSC pada 8 Oktober 1972.

Pada 21 Mei 1990, Bapa Suci Yohanes Paulus II menunjuknya sebagai Uskup Rajshahi, Bangladesh. Mgr D’Rozario menerima tahbisan episkopal pada 12 September 1990. Uskup pentahbis utamanya adalah Uskup Dinajpur kala itu, Mgr Theotonius Gomes CSC, yang kelak akan membantu Mgr D’Rozario sebagai Uskup Auksilier Keuskupan Agung Dhaka dengan memangku gelar Uskup Tituler Zucchabar. Mgr Gomes didampingi oleh dua Uskup pentahbis pendamping, yaitu Uskup Agung Dhaka kala itu, almarhum Mgr Michael Rozario dan Pro-Nunsius Apostolik untuk Bangladesh saat itu, almarhum Mgr Piero Biggio, yang bergelar Uskup Agung Tituler Otriculum.

Setelah lima tahun, penggembalaan di Keuskupan Rajshahi berakhir dengan penugasan baru dari Bapa Suci Yohanes Paulus II pada 3 Februari 1995. Bapa Suci mengangkat Mgr D’Rozario sebagai Uskup Chittagong, Bangladesh. Lima tahun berikutnya, Mgr D’Rozario harus pindah lagi karena Paus Benediktus XVI menugaskannya menjadi Uskup Agung Koadjutor Dhaka pada 25 November 2010. Ia diminta mendampingi Uskup Agung Dhaka kala itu, mendiang Mgr Paulinus Costa. Akhirnya, Bapa Suci mengangkat Mgr D’Rozario sebagai Uskup Agung Dhaka setelah pengunduran diri Mgr Costa dikabulkan pada 22 Oktober 2011.

Selang dua bulan menduduki Takhta Keuskupan Agung Dhaka, Mgr D’Rozario terpilih sebagai Ketua Konferensi Waligereja Bangladesh. Tak disangka, dalam Konsistori Pengangkatan Kardinal baru pada 19 November 2016, Paus Fransiskus menganugerahkan “topi merah” (sebutan untuk Kardinal) kepadanya. Gelar yang ia pangku adalah Kardinal-Imam Nostra Signora del Santissimo Sacramento e Santi Martiri Canadesi. Ia baru mempersembahkan Ekaristi dan menduduki takhta kekardinalannya di Gereja Nostra Signora del Santissimo Sacramento e Santi Martiri Canadesi, Roma pada 13 Mei 2017 lalu.

Saat menyampaikan homili dalam Misa Pembukaan AYD di Yogyakarta, Kardinal D’Rozario berpesan kepada orang muda untuk senantiasa bersukacita dalam keberagaman. “Yesus mencintaimu! Itulah alasan terbesar mengapa Dia memanggilmu sampai di sini,” tandasnya.

R.B.E. Agung Nugroho

(Visited 19 times, 2 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here