HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Peserta AYD Belajar Tani Organik di Banyumas

56
Peserta AYD Belajar Tani Organik di Banyumas
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Para peserta Asian Youth Day (AYD) asal Thailand dan Jepang mengikuti program Day in the Diocese (DID) di Keuskupan Purwokerto. Dalam DID tersebut, mereka tinggal di rumah umat dan mengikuti aneka kegiatan yang telah diagendakan oleh panitia penyelenggara. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Dena Upakara, Wonosobo, Jawa Tengah, yang dikelola oleh para Suster Cinta Kasih Putri Maria dan Yosef (PMY); bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasiswa An Najah Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah; dan bertandang ke Paguyuban Cahya Buana, sebuah komunitas penghayat kepercayaan di Bukit Srandil, Adipala, Cilacap, Jawa Tengah.

Para peserta dibagi dalam dua kelompok untuk mengunjungi beberapa komunitas tersebut. Kelompok pertama bertandang ke Ponpes An Najah; sementara kelompok kedua berkunjung ke Paguyuban Cahya Buana. Kegiatan silaturahmi itu digelar pada Selasa, 1/8. Kelompok yang bertandang ke Ponpes An Najah menikmati berbagai penampilan dari para santri dan melakukan dialog dengan mereka. Bahkan, ada sesi tanya jawab dengan Kyai Mohammad Roqib, pengasuh Ponpes An Najah.

Setelah acara di Ponpes An Najah selesai, para peserta AYD, yang terdiri dari delegasi Jepang dan Thailand, serta Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Purwokerto, diajak mengunjungi praktik pertanian organik di Desa Gewok, Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah. Mereka mendapat kesempatan belajar bagaimana masyarakat bertahan dan melestarikan lingkungan hidup dengan bercocok tanam secara organik. Harapannya, anak-anak muda ini memahami betapa kayanya alam ini sehingga setiap pribadi mesti menjaga dan melestarikannya. Pesan ini juga merupakan penegasan dari seruan Paus Fransiskus yang menyebut “Bumi sebagai Rumah Kita Bersama”.

Ketika mengunjungi para petani organik di Sumbang, para peserta AYD disuguhi aneka makanan tradisional, seperti klubanan, peyek, dan oseng tempe. Mereka sejenak diajak kembali kea lam dengan menyantap sajian tersebut di kebun. Bahkan, cara makannya pun tidak dengan menggunakan sendok-garpu, tetapi langsung disantap dengan tangan. Banyak peserta merasa terkesan dengan pengalaman ini.

R.B.E. Agung Nugroho

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here