HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Pancasila Bukan Hanya Tanggungjawab Minoritas Tetapi Semua Orang

203
Sebastianus Salang saat memaparkan materi (HIDUP/Edward Wirawan)
Pancasila Bukan Hanya Tanggungjawab Minoritas Tetapi Semua Orang
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM – SEBASTIANUS Salang menilai ada salah kaprah soal menjaga Pancasila sebagai ideologi negara. Tokoh Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) ini melihat ada semacam gejala sosial, seolah-olah yang berkepentingan dengan Pancasila hanya kelompok minoritas. “Ini kok seakan-akan, hanya minoritas yang berkepentingan menjaga Pancasila. Padahal kalau negara ini berganti ideologi dan bubar, yang rugi adalah semua orang,” kata Sebas dalam pertemuan Aktvisi Sosial Politik yang diselenggarakan Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Keuskupan Agung Jakarta, Sabtu, 5/8.

Sebastianus mengatakan, Pancasila merupakan milik bersama, karenanya, merupakan tanggungjawab bersama juga untuk menjaganya. Semua warga negara, lanjut Sebastianus, berkewajiban menjaganya dari siapa pun yang berusaha merongrong Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Jadi pola pikirnya mesti melihat Pancasila sebagai milik bersama yang dengan sebegitu rupa kita jaga dan rawat.”

Sebas mengapresiasi geliat Gereja Katolik dalam gerakan menjaga Pancasila. Misal melalui Ardas KAJ 2016-2020 yang bertema “Amalkan pancasila’. Namun ia juga melontarkan autokritik kepada Gereja. Sebastianus mengamati ada pastor (hirarki) tertentu yang nampak takut untuk bersentuhan dengan politik. “Memang tidak semua. Ada juga pastor yang terbuka. Saya kira Gereja mesti sadar politik.”

Kritik ini berdasar pada pengalaman nyata beberapa kader Katolik yang mengalami kesulitan ketika mencoba mendulang suara lewat pintu Gereja. Beberapa politisi Katolik yang ikut pertemuan mengemukakan pengalaman yang serupa. Mereka justru merasa lebih mudah masuk ke kelompok lain saat kampanye. “Gereja memang tidak berpolitik praktis. Tetapi bukan berarti kita menutup pintu, ada cara-cara tertentu untuk mendukung para kader ini yang melaluinya Gereja bisa masuk,” pungkas Sebastianus.

Edward Wirawan

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here