HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Gereja Harus Sadar Politik

286
Sejumlah tokoh dan aktivis Katolik.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Gereja Harus Sadar Politik
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Umat dan hierarki harus sadar politik, salah satunya dengan menyiapkan kader yang mumpuni.

GEREJA amat mendukung kiprah para tokoh dan aktivis Katolik di kancah sosial, politik, dan kemasyarakatan. “Hierarki mendorong dan mendukung panggilan itu,” kata Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta (HAAK-KAJ), Romo Antonius Suyadi, dalam pertemuan dengan para aktivis Katolik, di Gedung Karya Pastoral KAJ, Jakarta Pusat, Sabtu, 5/8. Keterlibatan umat dalam berbagai lini itu, tambah Romo Yadi, merupakan sebuah keniscayaan. Apalagi situasi kehidupan berbangsa saat ini dirongrong oleh sejumlah aksi terorisme, serta upaya mengubah ideologi negara. Usaha terakhir itu, menurut Paulus Krissantono, merupakan dampak dari politik antagonis di negara ini.

Perpolitikan di Indonesia, lanjut Krissantono, tak pernah menjadi dewasa. Menurutnya, politik di negara ini memandang sesuatu hitam atau putih, tak ada ruang abu-abu. Ia mencontohkan, saat Soekarno tumbang, segala yang berbau Soekarno diberangus. Karena itu, Krissantono berharap, para aktivis sosial politik tak hanya berkutat untuk mendulang suara dari orang Katolik.

Anggota DPR RI, Andreas Susetyo, menceritakan pengalaman ketika berkampanye. Menurutnya, lebih mudah berkampanye di lingkungan Gereja Kristen Jawa, umat Hindu, dan Buddha. Bahkan ia pernah diundang ke beberapa Gereja terkait rencananya maju sebagai calon legislatif. “Saya paham mengenai Gereja yang tak terlibat dalam politik praktis, tapi inilah kondisinya. Kelompok lain lebih membuka ruang politik bagi kami.”

Pengalaman serupa juga dialami Ennie Widiastuti. Anggota DPRD Kota Bekasi ini merasakan kesulitan saat berinteraksi dengan umat Katolik selama berkampanye. Merespon beberapa pengalaman itu, Sebastianus Salang menilai, ada beberapa imam yang anti politik. Hal itu menjadikan para politisi Katolik susah meraih suara dari umat. Sebas menyebut, ada cara-cara santun dan ruang yang memungkinkan Gereja mendukung para politisi Katolik tanpa harus terjebak dalam politik praktis. “Kita harus ambil bagian dalam politik. Umat dan hierarki harus sadar politik. Saya pernah bertemu pastor yang terbuka, tapi ada juga pastor yang cemas dengan politik,” beber Koordinator Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia ini.

Sementara itu, Ignatius Haryanto menginginkan, agar para aktivis sosial politik mempersiapkan para ahli dan profesional yang masuk dalam ruang politik. Peneliti senior di Lembaga Studi Pers dan Pembangunan itu juga menekankan urgensi kaderisasi bagi orang muda di bidang sosial, politik, dan kemasyarakatan.

Senada dengan itu, Ketua Vox Point Indonesia (VPI), Handoyo Budisejati menegaskan, pentingnya kaderisasi untuk masuk ke ranah sosial politik. “Yang saya lakukan saat ini (di VPI, -Red) adalah bagian dari mempersiapkan kader itu.”

Edward Wirawan

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here