HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Uskup Keuskupan Timika Mempersembahkan Ibadah Pemakaman untuk gurunya yang telah mengabdi di Papua selama 42 Tahun.

2674
Uskup Keuskupan Timika Mgr. John Philipus Saklil, saat mengkawal prosesi pemakaman Bp. Ignatius Gunadi di Klaten Jawa Tengah (Foto : istimewa)
Uskup Keuskupan Timika Mempersembahkan Ibadah Pemakaman untuk gurunya yang telah mengabdi di Papua selama 42 Tahun.
5 (100%) 1 vote
Uskup Keuskupan Timika Mgr. John Philipus Saklil, saat mengkawal prosesi pemakaman Bp. Ignatius Gunadi di Klaten Jawa Tengah (Foto : istimewa)

Uskup Keuskupan Timika Mgr. John Philipus Saklil, siang ini (minggu 17 September 2017) bertempat di Klaten Jawa Tengah, mempersembahkan ibadah pelepasan Jenazah. Penghormatan murid kepada guru, dilakukan oleh Uskup John Philipus Saklil kepada Bapak Ignasius Gunadi yang telah mengakhiri seluruh tugasnya di dunia. Bapak Gun, Om Gun, Mas Gun sapaan akrab Orang Papua ini dipanggil Tuhan tepat di hari ulang tahun pernikahannya yang ke 32 tanggal 15 September 2017 di Sebuah Rumah Sakit, St. Karolus Jakarta.

Suasana Kompleks Pelayanan Gereja Katolik di Nabire, saat Bapak Ignatius Gunadi melayani tahun 1976 (Dokumentasi Keuskupan Jayapura)

Tidak hanya istri, lima orang anak, seorang menantu yang ditinggalkan, namun hampir seluruh umat katolik di Tanah Papua tiba-tiba kehilangan seorang Guru Agama dan Petugas Gereja Katolik terbaik. Berita perginya Pak Ignasius Gunadi membuat kaget banyak orang karena sebelum berangkat ke Jakarta untuk perawatan lanjutan, kesehatan Bapak Ignasius Gunadi berangsur baik. Namun rencana indah Tuhan tidak bisa diselami oleh manusia.

umat Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Keuskupan Jayapura, mengadakan Misa bagi Bapa Ignatius Gunadi tanggal 15 September 2017 bertempat di Jayapua (Foto : istimewa)

Melalui media social Facebook seorang umat Katolik Papua yang tidak mengenal dengan dekat bapak Ignasius Gunadi mengungkapkan Sebentar saja saya kenal bapa tetapi banyak hal yg patut saya teladani dari bapa. Singkatnya, dia org yg selalu konsisten, komitmen, rendah hati, sederhana, dan penuh perhatian. Semoga Tuhan menerima disisiNya oleh karya kasih yang telah ditunjukkan selama hidup dan perjuangannya untuk Gereja, Tanah dan Orang Papua.

Suasana Gereja Katolik di Kokonao saat Bapak Ignatius Gunadi melayani di Kokonao tahun 1975 (Dokumentasi Keuskupan Jayapura)

Di saat Tanah Papua masih belum terjangkau oleh berbagai kemudahan komunikasi dan transportasi, Bapak Ignasius Gunadi telah mengabdikan hidupnya. Dimulai dari daerah Nabire pada tahun 1976 (sebelumnya sempat ke daerah Kokonao tahun 1975, saat itu Mgr. John Philipus Saklil bersekolah di Kokonao dan menjadi murid Ignasius Gunadi), melayani di Yiwika Wamena (1979 – 1982), melayani di Wamena (1985 – 1992), hingga menetap di Waena Yabansai Jayapura sejak tahun 1992 hingga tahun 2017. Karya Ignasius Gunadi di Waena telah mendidik banyak tenaga gereja dan guru agama Katolik yang tersebar di berbagai Tanah Papua. Selama dua periode, Bapak Ignasius Gunadi dipercayakan oleh Umat Paroki Kristus Terang Dunia Waena Keuskupan Jayapura sebagai ketua Dewan Paroki.

Suasana Kota Wamena, saat Bapak Ignatius Gunadi melayani tahun 1985 (Dokumentasi Keuskupan Jayapura)

Bapak Ignasius Gunadi lahir di Klaten, 25 Februari 1952, akhirnya dikebumikan di kampung halamannya. Hal ini membuat sebagian umat Katolik di Tanah Papua merasa sedih karena tidak sempat memberikan penghormatan terakhir saat pemakaman, namun kehadiran Mgr. John Philip Saklil yang mewakili kehadiran Umat Katolik di Tanah Papua telah memberikan penguatan kepada seluruh Umat Katolik di Tanah Papua maupun keluarga dekat yang berduka. Sebagian umat Katolik di Tanah Papua terbantu dengan menyaksikan Live Streaming Facebook Upacara Pelepasan dari Klaten Jawa Tengah oleh Team Multi Media Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Keuskupan Jayapura.

Bapak Ignatius Gunadi Besama Istri (Ibu Yuliana Sutami) di sebuah acara tahun 2017 (Foto : Istimewa)

Bapak Ignasius Gunadi dikenal oleh semua kalangan karena beliau sangat rendah hati untuk siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Dalam kehidupan sehari-hari di Papua Bapak Ignasius Gunadi selalu mempersembahkan hidupnya bagi banyak orang, bahkan di saat-saat terakhir hidupnya, Bapak Ignasius Gunadi berusaha memberikan kabar kepada semua orang yang menanyakan kesehatannya melalui Whatsapp, Facebook dan SMS, agar semua orang yang mencintainya tidak merasa khawatir.

Bapak Ignatius Gunadi bersama Istri dan ke-lima anak tercinta (Foto : Istimewa)

Bapak Ignasius Gunadi telah memberikan contoh kepada banyak orang dalam hal iman kepada Yesus Kristus, terutama medan Papua yang berat dari sisi alamnya, namun Bapak Ignasius Gunadi telah melewatinya dengan baik. Seorang Missionaris Fransiskan ; Ptr. Frans Lieshout, OFM memberi julukan kepada bapak Ignasius Gunadi adalah RASUL PAPUA. Semoga teladan hidup Bapak Ignasius Gunadi dapat bermanfaat bagi semua orang yang ingin menjadi saksi Kristus di Tanah Papua. (***Florry Koban Majalah HIDUP Katolik Indonesia On Line).   

Riwayat Pendidikan Bapak Ignasius Gunadi :

  • SD di Klaten Tahun 1964
  • SMP Pagudi Luhur Tahun 1967
  • SPG Van Lith, Muntilan Tahun 1970
  • IPI Malang Tahun 1982
  • Sarjana Muda Tahun 1975
  • Sarjana Tahun 1982

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

SHARE

1 COMMENT

  1. Saya umat Katoling ingin minta tolong kepada redaksi agar mencoba membahas soal prahara meninggalnya siswa SMA Katolik Budi Mulia Bogor karna duel dan bullying dengan siswa SMA Katolik Mardi Yuawan Bogor lewat kacamata yang kritis, penuh tanggung jawab, dan reflektif, bukan hanya menyajikan bahasan yang berat di angin saja. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here