HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

“Ibu” yang Menghidupi Dunia

388
Para Uskup dan anggota Koptari saat acara pembukaan.
[HIDUP/Sr Fransiska FSGM]
“Ibu” yang Menghidupi Dunia
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com –  SEBANYAK 113 Pemimpin Tarekat Religius Seluruh Indonesia mengadakan Sidang Konferensi Tarekat Seluruh Indonesia (KOPTARI) di Rumah Retret La Verna, Tanggamus, Lampung, Jumat-Selasa, 1-5/9. Sidang yang diadakan tiga tahun sekali bertujuan untuk saling mempererat persaudaraan sebagai kaum religius yang dianugerahi Tuhan panggilan khusus. Sidang ini juga bertujuan untuk saling meneguhkan panggilan sekaligus merefleksikan tanda dan kebutuhan zaman sekarang.

Sidang yang bertema, “Menghidupi Sukacita Injili di Tengah Bangsa Indonesia yang Plural dan Bermartabat” ini dibuka dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Tanjungkarang Mgr Yohanes Harun Yuwono didampingi Uskup Pangkalpinang terpilih, Mgr Adrianus Sunarko OFM dan Uskup Agats-Asmat, Mgr Aloysius Murwito OFM. “Saya senang sekali menikmati suasana keberagaman yang disuguhkan oleh tuan rumah untuk mengawali sidang ini. Suasana kebhinnekaan yang menjadi jati diri bangsa Indonesia, menjadi begitu terasa sebagai suatu kebanggaan,” ungkap Mgr Murwito.

Sementara Mgr Harun Yuwono meminta agar kaum religius menjadi “ibu” yang menghidupi dunia. Hal ini senada dengan ungkapan Paus Fransiskus kepada kaum religius dalam Tahun Hidup Bakti 2015, kaum religius harus “membangunkan” dunia. “Para religius dimohon untuk menghidupi persaudaraan sejati, tanpa pilih kasih di antara para anggota yang beraneka latar belakang bahasa dan budaya.”

Romo Franz Magnis-Suseno SJ juga hadir dalam acara ini. Ia didaulat sebagai pembicara dalam seminar yang memaparkan tentang situasi Indonesia saat ini dan sikap sebagai umat Katolik. Romo Magnis mengajak kaum religius untuk memiliki waktu sepuluh persen untuk menjalin relasi dengan umat Islam. “Jangan merasa lebih baik, dan jangan muncul secara triumfalistik, misalnya membangun patung Bunda Maria yang tinggi. Kita boleh memiliki gedung gereja yang bagus, tetapi jangan berlebihan,” ujar Romo Magnis.

M. Fransiska FSGM (Lampung)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here