HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Apakah Schizophrenia Diturunkan?

134
Apakah Schizophrenia Diturunkan?
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Halo Pak Justinus! Saya mau bertanya, apakah penyakit jiwa itu diturunkan? Adik ipar saya mau menikah dengan laki-laki yang memiliki tiga saudara kandung yang mengidap schizophrenia. Mereka lima bersaudara. Berapa besar kemungkinan calon suami dan keturunan adik ipar saya mengidap penyakit yang sama?

Martinus Suratman, Solo

Bapak Suratman, saya memahami kekhawatiran Bapak mengenai kesehatan mental calon suami adik ipar, serta keluarga yang ingin mereka bangun. Namun pertama-tama, Bapak perlu memastikan dulu apakah saudarasaudara calon suami adik ipar Bapak memang mengalami schizophrenia?

Schizophrenia adalah gangguan mental yang harus didiagnosis oleh profesional di bidang kesehatan jiwa, yaitu psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa) atau psikolog. Diagnosis seperti itu dilakukan dengan hati-hati, memperhatikan gejala-gejala dengan seksama sebelum mengeluarkan diagnosis.

Jika diagnosis schizophrenia dapat dipastikan, faktor keturunan memang dapat berperan dalam kemunculan gangguan ini. Peranan faktor keturunan ditentukan oleh kedekatan hubungan darah dengan orang dengan schizophrenia (ODS). Walaupun terdapat risiko faktor keturunan schizophrenia, Bapak dan keluarga tak perlu langsung khawatir.

Saya belum pernah melihat data di Indonesia, tetapi di sejumlah negara menunjukkan kemungkinan munculnya schizophrenia pada saudara kandung ODS sekitar sembilan persen. Artinya hanya sembilan dari 100 orang yang memiliki saudara kandung ODS dapat mengalami gejala schizophrenia.

Tak semua orang dengan risiko keturunan schizophrenia pada akhirnya mengalami schizophrenia. Bahkan ODS yang memiliki pasangan kembar identik, hanya 50 persen yang saudara kembarnya turut mengalami schizophrenia. Faktor lain yang berperan dalam kemunculan schizophrenia adalah lingkungan sosial dan pengalaman hidup seseorang.

Kemungkinan munculnya schizophrenia dalam diri seseorang akan jauh meningkat jika terdapat berbagai tekanan dari lingkungan sosial, antara lain konflik berkepanjangan dalam rumah tangga, perisakan (bullying) yang berkelanjutan dari lingkungan, berbagai kekerasan dan pelecehan; atau pengalaman hidup yang traumatis seperti perang dan bencana alam besar.

Sebaliknya, walaupun seseorang memiliki faktor keturunan schizophrenia, jika lingkungan di sekitarnya bersikap mendukung dan membangun karakter yang kuat maka kemungkinan munculnya schizophrenia dapat berkurang. Seseorang dengan daya tahan dan kemampuan mengatasi masalah dengan baik, memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami gangguan mental secara umum, termasuk schizophrenia.

Saya harap penjelasan ini disikapi hati-hati. Saya tak mengetahui latar belakang kehidupan calon suami adik ipar Bapak, dan tak dapat memberikan penilaian yang tepat hanya dengan informasi yang Bapak berikan di sini. Penjelasan yang tepat dan rinci mengenai kesehatan mental dirinya membutuhkan pendapat psikiater atau psikolog.

Pendapat mereka bisa menjadi pertimbangan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan calon suami adik ipar Bapak, sehingga ia dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk mengatasi masalah dalam kehidupan secara sehat. Saran saya, lakukan pendekatan secara kekeluargaan, lepaskan semua prasangka atau kekhawatiran terlebih dahulu.

Lakukan pendekatan dengan tujuan untuk mendukung adik ipar dan calon suaminya untuk membangun keluarga yang bahagia. Hal seperti ini tentu merupakan isu yang sensitif bagi keluarga calon suami adik ipar Bapak. Pendekatan yang kurang halus bisa jadi menimbulkan konflik yang akan merugikan semua pihak.

Kita tentu tak ingin adik ipar dan calon suaminya yang baru merencanakan untuk membangun keluarga diawali oleh pengalaman negatif dan tak mengenakkan. Selamat bermusyawarah mengenai hal ini. Sekali lagi saya mengapresiasi perhatian Bapak mengenai kesehatan mental, suatu hal yang belum menjadi perhatian umum di Indonesia. Semoga penjelasan saya dapat bermanfaat bagi Bapak sekeluarga.

Justinus Budi Santoso, Dosen Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta

(Visited 1 times, 1 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here