HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Merangsang Diri Sendiri Apakah Berdosa?

165
Merangsang Diri Sendiri Apakah Berdosa?
3.7 (73.33%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.com – Romo, saya perempuan 27 tahun dan belum menikah. Saya menghadapi masalah kesucian. Keputusan saya menjaga keperawanan menyebabkan pacar saya memilih wanita lain. Saya pernah bercerita pada pasangan suami istri (Pasutri) Katolik. Saya diberitahu bahwa semua bentuk perlakuan seksual di luar pernikahan suci adalah dosa. Saya kerap kali melakukan masturbasi. Saya sadar memiliki libido yang tinggi. Saya hanya berpikir asal tidak ada penetrasi, saya masih suci dan tidak berdosa. Saya pun pernah melakukan petting dengan lelaki walaupun tidak sampai benar-benar melakukannya.

Apakah benar ini adalah dosa, Romo? Saya masih malu mengaku dosa di gereja. Mohon bimbingan Romo, terima kasih.

Putri, Jakarta

Putri yang sedang bingung, menjalani masa muda memang menyenangkan, dengan kebebasan, gairah, semangat bekerja, pergaulan, atau kemampuan seksual yang masih optimal. Tetapi, dari pengalamanmu (dan pengalaman teman-teman lain), ternyata mengatur gairah seksual bukan sesuatu yang mudah.

Kesempatan dalam kebebasan menjadi sebab mengapa kita menjadi bingung dan merasa berdosa. Mari kita bicara pertama mengenai kenyataan kita dulu, setelah itu kita bicara mengenai dosa. Kenyataan manusia memang makhluk seksual yang rasional. Maka jangan menghilangkan salah satunya. Kita tidak bisa berlaku seolah-olah aseksual (tanpa seks), sehingga perasaan bersalah terus menghantui ketika gairah itu muncul. Tetapi sebagai makhluk rasional, kita juga mampu untuk mengatasi ekspresinya.

Tidak semua kebutuhan dapat diwujudkan sembarangan. Semakin kita membuta atau serampangan, semakin perasaan bersalah muncul. Perasaan itu tidak melulu karena Tuhan, tetapi karena malu pada orang lain juga. Perasaan malu adalah tanda/ sinyal yang berasal dari hati nurani yang baik. Kalau perasaan itu muncul, berarti apa yang kita lakukan salah, meskipun memenuhi kebutuhan kita. Itu semua tentu diciptakan Tuhan juga.

Mengapa Anda belum menikah? Apakah Anda mempunyai alasan khusus? Barangkali dengan menikah, Anda dapat melepaskan diri dari masalah seksual. Tentu saja Anda tidak boleh mengesampingkan cinta sejati dalam memilih pasangan. Kecanduan seks-masturbasi menyebabkan Anda kurang menghargai relasi wajar dengan lawan jenis atau bahkan dapat menjadi sebab perilaku seksual menyimpang jika terus dilakukan.

Tampaknya, Anda sangat memperhatikan hal seksual sehingga banyak pemikiran seksual yang justru sekaligus Anda hindari, tetapi di lain hal justru Anda lakukan dengan intensif. Usul saya, Anda memerlukan aktivitas atau pekerjaan yang membuat Anda tidak hanya berpikir mengenai seks. Libido yang tinggi tidak membuat orang tidak mampu mengatur gairahnya. Gairah itu normal, tetapi kalau kita tidak mampu mengatur, akan membawa rasa bersalah (rasa berdosa) yang melemahkan iman.

Mengenai petting (aktivitas seksual tanpa penetrasi), tetaplah sebuah aktivitas seksual yang mengarah pada masturbasi bersama. Barangkali nama yang pas adalah saling bermasturbasi. Anda menjaga suatu keperawanan, tetapi justru mengekploitasi potensi seksual Anda tanpa kendali. Suatu ketika, Anda akan jatuh juga dalam hubungan yang tidak sehat.

Dosa selalu dilakukan dengan sengaja dan dipicu oleh kebiasaan tidak sehat. Maka, Anda dapat mengatur kebiasaan/ habit hidup yang baik. Membangun hidup rohani yang baik, memberi waktu memperhatikan orang lain (hidup sosial) juga dapat membantu mengurangi kebiasaan ini. Tuhan tentu tidak memberikan berkat untuk membebani kita. Kita bersyukur atas potensi seksual.

Mengaku dosa dapat menjadi rem agar kita merasa malu dan kemudian sedikit demi sedikit memperbaiki kesalahan. Jangan malu mengaku dosa, karena setiap imam tidak akan menyampaikan dosa Anda kepada siapapun juga. Biasakan mengaku agar hidup makin tertata.

Berusahalah menciptakan suasana hati yang gembira, bergaullah dengan banyak teman, berilah waktu untuk kegiatan menggereja, dan segeralah menikah dengan pacar yang Anda cintai. Semoga Anda dapat mengatasi masalah perilaku seksual yang membebani Anda.

Alexander Erwin Santoso MSF

(Visited 1 times, 1 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here