Sekolah Katolik Menghadapi Disrupsi

237
Sekolah Katolik Menghadapi Disrupsi
3 (60%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Google dan Ernst & Young membuat iklan, menerima siapapun yang dapat bekerja untuk perusanaan mereka, tanpa harus memiliki ijazah apapun, termasuk ijazah perguruan tinggi. Iklan ini menunjukkan tren perusahaan-perusahaan besar pada masa depan. Perusahaan membutuhkan karwayan yang memiliki kompetensi, sekalipun tidak punya ijazah. Di Indonesia, hal ini diam-diam sudah dibuktikan Pak Jokowi yang berani mengangkat Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan, walau tidak ada ijazah SMA apalagi S1. Ke depan, ijazah tidak otomatis menjadi jaminan kompetensi seseorang. Maka tanpa ijazah pun Google dan Ernst Young menerima karyawan dengan gaji profesional, kalau kandidatnya membuktikan kemampuannya.

Fenomena ini menjadi tanda-tanda zaman yang harus dibaca oleh mereka yang bergerak di bidang pendidikan. Sekolah-sekolah yang dibutuhkan masa depan adalah yang mampu menyiapkan peserta didiknya untuk berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, dan menemukan inovasi baru. Lembaga pendidikan seperti ini yang dibutuhkan dunia tenaga kerja, 10-20 tahun yang akan datang. Sementara sekolah-sekolah yang masih menekankan hafalan, ulangan harian, drill bank soal akan ditinggalkan orangtua.

Lima tahun terakhir ini, inovasi-inovasi baru tersebut telah mengacaukan (disrupsi) kehidupan banyak perusahaan. Nokia yang sempat menguasai pasar, didisrupsi oleh inovasi program Android yang digunakan Samsung. Sekolah-sekolah yang dulunya ada di papan atas, tiba-tiba kehilangan daya tarik digantikan oleh sekolah-sekolah plus yang menawarkan sesuatu yang menjadi kebutuhan masyarakat. Disrupsi ini disebabkan adanya inovasi dari waktu ke waktu. Kemudahan dan kecepatan layanan menjadi super cepat. Misalnya kalau buku yang dicari tidak tersedia di toko buku, cukup cari di gadget melalui aplikasi dan langsung pesan buku, bayar secara online, dan besok sorenya buku sudah sampai di rumah.

Berarti yang bisa bertahan ke depan hanyalah mereka yang kreatif dan mampu melakukan inovasi, bahkan super-inovasi. Dunia berubah sangat cepat. Maka pendidikan kita harus mempersiapkan anak didik agar mempunyai dasar kreatif dan inovatif dalam dirinya. Pembelajaran di sekolah-sekolah kita merangsang peserta didik untuk kreatif, berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah serta mampu berinovasi. Sistem pengajaran, guru lebih membuka wawasan peserta didik, mengajak mereka berpikir memahami akar masalah dan bagaimana cara-cara untuk menemukan solusi kreatif atas setiap tantangan yang dihadapinya.

Hal itu menuntut kemampuan setiap guru untuk profesional di bidangnya. Hanya guru yang benar-benar memahami inti dari subyek yang diajarkannya, yang mampu membuka wawasan anak-didik, mampu memberi keterangan yang komprehensif. Kemudian, guru juga menguasai cara mengajak anak didik untuk ikut berpikir ketika menyajikan pembelajaran. Dengan demikian, proses pengajaran adalah proses berlatih berpikir kritis, kreatif dan sekaligus melakukan inovasi-inovasi baru.

Sekolah-sekolah masa depan adalah sekolah yang mampu menyiapkan guru-gurunya untuk bisa profesional seperti di atas. Sekolah-sekolah yang masih berorientasi hafalan, drill Ujian Nasional akan dengan sendirinya mengalami disrupsi oleh sekolah-sekolah, yang mendidik muridnya untuk mampu berpikir sendiri, kreatif, dan inovatif.

Bagaimana sekolah-sekolah kita menghadapi disrupsi dalam dunia pendidikan yang saat ini sedang terjadi? Yayasan pendidikan Katolik mesti bersatu, mulai melatih guru untuk berubah, bersama-sama melakukan revolusi dalam penguasaan atas materi yang diajarkan (revolusi profesional) dan revolusi cara mengajar (metode-metode mengajar dengan mengajak anak didik berpikir kritis, kreatif, dan inovatif ). Saatnya sekolah-sekolah Katolik memiliki pusat pengembangan pendidikan, pusat belajar guru di setiap Majelis Pendidikan Katolik (MPK) di Keuskupan. Hanya dengan melakukan revolusi dalam pemberdayaan guru, kita mampu membarui diri dan tetap hidup menghadapi disrupsi-disrupsi yang akan terus terjadi.

Fidelis Waruwu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here