HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Mama Selingkuh, Papa Perhatian

2869
Mama Selingkuh, Papa Perhatian
3.7 (73.33%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.com – Ibu pengasuh, saya siswa SMA di sebuah sekolah swasta di Jakarta. Ayah ibu saya sudah lama berkonflik karena perilaku ibu yang tak baik. Ibu beberapa kali selingkuh dengan pria-pria berbeda. Ibu juga punya banyak utang dengan sejumlah orang. Entah uangnya untuk apa. Yang pasti, ibu tak pernah membayar uang sekolah dan memberi uang jajan untuk saya dan adik. Ibu juga tak pernah membeli kebutuhan pokok untuk keluarga. Hanya ayah yang mencukupi kebutuhan kami. Ayah jugalah yang mendampingi saya dan adik saat ada tugas. Ayah selalu ada saat kami membutuhkan kehadiran orangtua.

Saya kagum dengan ayah. Tapi saya juga sedih ayah diperlakukan seperti itu oleh ibu. Saya kasihan dengan ibu. Saya bersyukur ibu tak lagi tinggal serumah dengan kami, meski tak bercerai dengan ayah. Ibu memberikan contoh buruk untuk saya, terutama buat adik saya yang masih SD. Apa yang harus saya lakukan agar persoalan ini tak terlalu membuat ayah terbebani? Saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan, berilah ayah kesehatan dan umur panjang agar bisa melihat keberhasilan kami, anak-anaknya.

Gerarda Anjani, Jakarta

Mbak Gerarda yang baik dan penuh perhatian, terima kasih untuk kepercayaan dengan berbagi kisah ini kepada kami. Saya ikut prihatin dengan situasi dan kondisi yang Mbak hadapi. Saya membayangkan, ini bukan situasi mudah untuk dijalani. Berbeda jika suasananya baik, hati nyaman bisa memunculkan emosi positif, seperti rasa kagum, syukur, dan penuh harapan akan sesuatu yang baik terjadi.

Dalam kondisi Mbak, misalnya, ayah tetap menemani Mbak dan adik mengerjakan tugas sekolah, ayah selalu berusaha memenuhi kebutuhan keluarga. Harapan Mbak, ayah selalu sehat dan umur panjang untuk menemani dan melihat keberhasilan anak-anaknya. Namun, jika yang terjadi bukan yang diharapkan, atau tuntutan pribadi kepada orang lain tak terpenuhi, bisa memunculkan emosi negatif seperti kecewa, bingung, kasihan, dan sedih.

Pemaparan curahan hati Mbak bisa dirasakan bahwa Mbak menghargai Allah dengan cara tetap menghormati orangtua, terutama kepada ayah. Di sisi lain, Mbak juga tetap memikirkan ibu, walaupun sikap dan perilakunya membuat Mbak sedih dan kecewa. Ada beberapa hal untuk menghadapi situasi ini.

Pertama, memberikan dukungan nyata untuk ayah. Dukungan itu sebaiknya terus diberikan secara konsisten kepada ayah sebagai bentuk kekaguman Mbak kepadanya, serta memberikan kekuatan dan keteguhan kepada ayah, agar tetap bisa menjalankan peran-perannya dengan baik.

Dukungan ini bisa diberikan dengan meningkatkan kualitas komunikasi keluarga. Misal, menyediakan diri Mbak untuk menjadi teman cerita ayah, dan menjadi pendengar yang baik serta penuh perhatian, pada saat ayah juga mungkin ingin bercerita atau mengekspresikan emosi-emosi yang sedangkan dirasakannya, baik itu emosi positif maupun negatif.

Baik juga kalau Mbak bersabar untuk mengikuti topik dan alur cerita dari ayah. Misal, saat ayah bercerita tentang pekerjaan di kantor, Mbak mendengarkan dan merespon sesuai alur cerita ayah, atau ketika ayah bertanya kepada Mbak seputar pendampingan tumbuh kembang adik yang masih bersekolah di SD, Mbak bisa memberikan alternatif solusi buat ayah. Dengan demikian, ayah merasa memiliki teman bercerita sekaligus bertukar pikiran. Dukungan lain memberikan pujian secara tulus setiap kali ayah meraih keberhasilan, sesederhana apapun hal itu.

Kedua, memaafkan ibu meskipun sudah membuat keluarganya sedih. Memaafkan bukan berarti Mbak bisa mengubah suatu peristiwa yang sudah terjadi. Tapi paling tidak, bisa membantu Mbak memiliki persepsi yang lebih positif terhadap ibu. Bagaimana pun, ia tetaplah seorang ibu yang sudah melahirkan Mbak dan adik. Menumbuhkan persepsi positif itu, diharapkan dapat membantu Mbak agar tetap optimistis untuk membantu ayah dan adik demi menciptakan kondisi keluarga yang tetap baik.

Memaafkan juga bisa membantu Mbak perlahan-lahan menyembuhkan rasa kecewa. Sehingga Mbak dapat menikmati rahmat Allah melalui setiap hari baru dan tetap dapat saling mendukung dan menemani ayah yang luar biasa baik bagi Mbak dan adik.

Fransiska Rosa Mira Lentari

(Visited 1 times, 101 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

1 COMMENT

  1. Salut buat Gerarda,,sungguh km anak yang baik,, sukses buat km n adikmu ya Nak,,agar bisa jadi kebanggaan ortu,terutama ayahmu,, Tuhan memberkati n menjagamu selalu..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here