HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Kunjungan Paus Fransiskus ke Myanmar Tekankan Kesatuan dalam Keragaman

399
[[email protected]]
Kunjungan Paus Fransiskus ke Myanmar Tekankan Kesatuan dalam Keragaman
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.COM – Paus Fransiskus dalam lawatan perjalanan apostoliknya ke Myanmar pada  telah membagikan beberapa foto dengan pesan pribadi yang dapat diterjemahkan:

“Saya ingin kunjungan saya untuk merangkul seluruh rakyat Myanmar dan untuk mendorong pembangunan masyarakat yang inklusif”. I want my visit to embrace all the people of Myanmar and to encourage the building of an inclusive society).

“Saya ingin berjalan bersama Anda di sepanjang jalan belas kasih dan kelembutan Tuhan”, sebagaimana dikutip dari akun resmi instagram @franciscus,. “I want to walk with you along the way of God’s mercy and tenderness.

Pertemuan Paus dengan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi di dalam kunjungan hari pertamanya, Selasa (28/11/2017) lalu bersama otoritas Myanmar lainnya di Naypyitaw itu merupakan kunjungan paling dinanti-nanti banyak pihak mengingat protes keras atas tindakan keras militer Myanmar terhadap warga sipil muslim Rohingya. Bahkan pemerintah AS dan PBB pun telah menyebut tindakan pemerintah Myanmar tersebut sebagai kampanye “pembersihan etnis” untuk mengusir Rohingya dari negara bagian Rakhine bagian utara. (dikutip dari laman mediaindonesia.com dan theguardian.com).

Sementara dilansir oleh kantor berita Reuters, Paus Fransiskus juga mengatakan, “proses sulit untuk menciptakan perdamaian dan rekonsiliasi nasional hanya bisa maju lewat komitmen untuk keadilan dan respek akan hak-hak asasi manusia”.

Perbedaan agama tidak perlu menjadi sumber perpecahan dan ketidakpercayaan, namun harusnya menjadi kekuatan untuk persatuan, pengampunan, toleransi dan pembentukan bangsa yang bijak,” imbuh Fransiskus yang dalam pidatonya sama sekali tidak menyebut kata ‘Rohingya’, karena dikhawatirkan akan memicu kemarahan warga setempat. Ini dikarenakan sebagian besar warga Myanmar tidak menganggap Rohingya sebagai warga asli Myanmar, melainkan menyebut mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Myanmar dilakukan di tengah krisis Rohingya. Militer Myanmar dituding melakukan pembersihan etnis terhadap warga minoritas Rohingya dalam operasi militernya di Rakhine. Lebih dari 620 ribu warga Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh sejak operasi militer itu dimulai pada Agustus lalu.

Di Yangon, Paus Fransiskus berbicara kepada para pemimpin antaragama di kediaman uskup agung dan bertemu secara terpisah dengan seorang pemimpin Buddhis yang menonjol namun kontroversial, Sitagu Sayadaw.

Paus menekankan sebuah pesan “kesatuan dalam keragaman” dalam pertemuan 40 menit dengan pemimpin Buddha, Hindu, Muslim, Kristen dan Yahudi dan mengatakan bahwa mereka harus bekerja sama untuk membangun kembali negara tersebut.

Sementara itu Paus Fransiskus juga dijadwalkan akan tiba di Bangladesh pada Kamis (30/11) besok setelah lebih dulu berkunjung ke Myanmar.

(A.Bilandoro)

(Visited 1 times, 3 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here