Pernyataan Resmi KAJ atas Kunjungan Pejabat Negara pada Misa Malam Natal 2017 di Gereja Katedral Jakarta

9682
Mgr. Ignatius Suharyo dan Kuria Keuskupan Agung Jakarta mengucapkan Selamat Natal 2017. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu - Kolose 3 : 15 (Tema Natal 2017 PGI-KWI). Sumber: @humaskaj
Pernyataan Resmi KAJ atas Kunjungan Pejabat Negara pada Misa Malam Natal 2017 di Gereja Katedral Jakarta
4.5 (90%) 6 votes

HIDUPKATOLIK.com – Menyikapi beberapa informasi reaktif, keluhan yang bersifat hoax dan berpotensi meresahkan dan telah beredar dikalangan umum perihal kunjungan beberapa pejabat negara ke gereja Katedral pada malam natal (24/12/2017) yang lalu. Untuk itu Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) telah memberikan pernyataan resmi, sebagaimana disampaikan oleh ibu Susyana Suwadie selaku Humas Katedral dan KAJ.


PERNYATAAN RESMI KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA
27 Desember 2017

humaskaj/ars-003/2712/17

Menanggapi berita yang beredar mengenai kehadiran beberapa tamu yang mewakili pejabat negara, pemerintah kota dan aparatur keamanan TNI & Polri pada tanggal 24 Desember 2017 ke Gereja Katedral Jakarta, maka berikut ini adalah pernyataan resmi dari Keuskupan Agung Jakarta :

1. Bahwa kunjungan para tamu yang merupakan pejabat negara, pemerintah kota serta aparatur keamanan TNI & Polri adalah kunjungan yang rutin dilakukan setiap malam Natal sebagai bentuk toleransi dan kebersamaan, serta wujud perhatian dan dukungan sebagai warga negara.

2. Keuskupan Agung Jakarta selalu menyambut para tamu dengan keramahtamahan yang sepantasnya.

3. Kehadiran para tamu di dalam Gereja saat homili / khotbah merupakan diskresi situasional. Namun ibadah tetap dijaga kekhusukannya.

Mari kita bersama-sama menjaga ketenangan dengan tidak menyebarkan berita hoax.

“Hendaklah damai Kristus memerintah dalam hati kita”

Tuhan memberkati kita semua.

Rm. V. Adi Prasojo
Humas Keuskupan Agung Jakarta


 

(ab)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

9 COMMENTS

  1. Terhadap poin 3, ada baiknya dihindarkan semaksimalnya. Jika semisal tamu dll dtg ketika homili mohon diberi pengarahan utk menunggu sampai misa selesai. Atau jauh sebelum itu dijanjikan utk hadir sebelum mulai jadwal misa.
    Sy pribadi beranggapan bahwa panti imam bukan utk tamu lain selain imam.

  2. 2. Keuskupan Agung Jakarta selalu menyambut para tamu dengan keramahtamahan yang sepantasnya.

    Mau bertanya dgn Rm. Adi.

    Emamg pernah KAJ menyambut tamu dgn keramahtamahan yang tidak sepantasnya???

  3. Kedatangan seorang pejabat negara beserta rombongannya sy yakin sdh di schedule kan dan sy juga yakin schedule tsb tdk pada saat misa berlangsung . Jadi kalau kedatangannya diluar schedule , apalagi ditengah-tengah berlangsungnya misa , sy kira panitia bisa menyarankan untuk menunggu hingga misa selesai..

  4. Menurut sy, knjungan pejabat negara d suatu tempat sdh d atur oleh bagian protokoler…jdi alasan soal waktu kunjungan sbg diskresi situasioanl itu sungguh tdk masuk akal..
    Lagian klo masih misa, panitia kan bisa mengarahkan para tamu utk menunggu d Pastoran, ngapaian hrs masuk dlm gereja…otomatis mngganggu kekhusukan beribadah.
    Harap otoritas gereja Katolik harus tegas menyikapi hal2 spti ini..
    Baik lah kita beramahtamah trhadap orang lain, ttpi org lain pun hrs punya etika & toleransi trhadap kita org Katolik..
    Syalom..

  5. Setuju, Ibu Lisna. Biar bgmn pun pilkada yg lalu terlalu sengit. Walau sudah selesai, sebagai manusia tentu masih ada rasa kesal dan sebagainya. Mungkin ada yg ikut Misa orang yg anti Pak Anis. Otomatis ke-khusukan ibadah nya terganggu. Mengingat lagi pernyataan2 Pak Gubernur dan wakilnya yg punya niat mengatur perayaan Natal.
    Sejak kecil kita diajarkan untuk tidak ngobrol di dalam gereja, anak2 pun disediakan ruangan khusus, umat yg pingsan saat misa juga tidak menghentikan ibadah, tau2 ibadah dihentikan sejenak krn. kedatangan Pak Gubernur. Memang setiap tahun ada pejabat yg datang tapi tidak mengganggu jalannya ibadah. Tahun inipun pejabat lain datang sebelum dan sesudah Misa.
    Diskresi situasional sama dengan pelonggaran terhadap kaidah yg berlaku yg diajarkan para guru agama kepada kami. Diskresi situasional tidak pantas diterapkan dalam Ibadah.
    Dengan mengijinkan Pak Gubernur masuk saat Misa, mengundang reaksi umat. Jadi siapa yg tidak menjaga ketenangan.

    Saya mohon maaf sebesar2nya kl ada kata2 yg mungkin dinilai kasar dan keras. Saya juga mohon maaf kl ada pernyataan bodoh yg tidak saya sadari krn. ketidak tauan saya. Inilah yg saya rasakan sebagai umat.

  6. Sebaiknya panitia Natal menyampaikan kpd para tamu agar dpt menunggu sebentar krn misa sedang berlangsung dan tdk bisa diganggu…..atau diarahkan keruangan lain sambil menunggu misa selesai itupun klu para tamu bersedia….atau para tamu dipersilahkan melihat dituasi misa natal dr kejauhan….atau klu kunjungan ini sdh rutin tiap tahun agar panitia menyampaikan kpd pihak” yg akan berkunjung utk dtng sebelun misa atau sesudah misa dng menyampaikan jadwal misa…

  7. Kunjungan pejabat menyesuaikan waktu misa kebaktian rumah ibadah, atau rumah ibadah mengikuti jadwal kunjungan pejabat. Bagaimana kompromi sebaiknya agar sinkron selaras sebagaimana mestinya…. GBU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here