HidupTV Siaran Televisi Katolik Pertama di Indonesia yang dapat ditonton melalui Televisi yang menggunakan Parabola KU-Band. HidupTV bersifat Free to Air sehingga anda juga dapat menyaksikan siaran TV Nasional lainnya secara gratis. HidupTV dapat juga ditonton secara Streaming Internet melalui www.Hidup.tv atau www.HidupKatolik.com. INFO: (021) 5491537 atau WA: 0812-8926-7548 (HidupTV) atau email: [email protected]

Sahabat dan Guru

87
St Fransiskus Xaverius.
[cssr.news]
Sahabat dan Guru
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Perjumpaan Fransiskus Xaverius dan Ignatius Loyola terjadi di Paris ketika mereka tinggal bersama dalam satu indekos. Usianya waktu itu baru 23 tahun. Relasi antara Fransiskus dan Ignatius pada mulanya tidaklah baik. Ignatius sadar bahwa kepribadian Fransiskus sesungguhnya mirip pribadinya di masa muda yang penuh ambisi duniawi. Maka, ia memiliki cara tersendiri saat mendekati pemuda yang penuh bakat dan potensi ini.

Suatu ketika, Ignatius melontarkan pertanyaan kepadanya, “Apakah gunanya mendapatkan semuanya dari dunia ini, tetapi kehilangan jiwa?” Pertanyaan itu dapat mempertobatkan Fransiskus yang kala itu sedang larut dalam duka setelah menerima kabar meninggalnya Magdalena, kakak perempuannya yang menjadi suster Klaris.

Setelah bertobat, ia menjalani retret di bawah bimbingan Ignatius usai mengucapkan kaul pada 15 Agustus 1534. Fransiskus lalu dikenal sebagai “murid ideal” berkat ketaatannya kepada Ignatius selaku pimpinan serikat. Pernah suatu kali dalam pelayanan di tempat penampungan, ia merasa jijik terhadap nanah yang keluar dari luka seorang kusta. Berkat ketaatan akan bimbingan Ignatius, ia tergerak untuk ingkar diri dan dengan tulus melayani orang kusta itu. Lantas, ia membersihkan luka si kusta dengan menghisap nanahnya.

Keduanya kemudian menjadi sahabat yang saling mendukung dalam perutusan melalui kebiasaan surat menyurat. Relasi ini terjalin dengan baik meski terpisah oleh jarak ribuan kilometer. Di kemudian hari, saat berkunjung ke Spanyol, Ignatius mengunjungi sanak saudara Fransiskus dan menyampaikan pesannya untuk bergabung dalam Serikat Yesus. Pesan ini tak sesuai dengan harapan keluarga yang menghendaki agar Fransiskus mengembalikan kehormatan dan martabat keluarga.

Ketika sedang menulis surat terakhir untuk Fransiskus, Ignatius tidak sadar bahwa sahabatnya ini telah meninggal setengah tahun sebelumnya. Berita meninggalnya Fransiskus baru sampai Roma awal tahun 1555.

Yohanes Mega Hendarto SJ

(Visited 1 times, 7 visits today)

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here