Gandeng Ponpes Uniq dan Rukun Warga, Paroki Sunter Menggelar Khitanan Massal

246
Para santri memainkan musik marawis.
[Hidup/HerminaW]
Gandeng Ponpes Uniq dan Rukun Warga, Paroki Sunter Menggelar Khitanan Massal
3.3 (66.67%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.com – PAROKI Sunter, Gereja Santo Lukas menyelenggarakan khitanan massal dengan menggandeng Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Uniq dan beberapa Rukun Warga (RW) melalui Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Sunter Agung.  Acara ini diselenggarakan di Aula Hendrikus, Sekolah Santo Lukas pada Sabtu, 24 Maret 2018.

Awalnya, panitia menganggarkan khitanan untuk 25 anak. Namun, mendekati hari H, jumlah yang terdaftar melonjak dua kali lipat menjadi 57. Dari total seluruh anak yang mengikuti khitanan, 54 adalah anak-anak Muslim, dua Katolik, dan satu Buddha. Mayoritas merupakan warga RW 06 dan 07.

Pastor Paroki Sunter, Pastor Yakub Janami Barus OFMConv, mengatakan Gereja Santo Lukas dengan warga RW 6 dan RW 7 memang solid. Jadi, ketika disampaikan, pihak RW dan YPP Uniq menanggapi dengan antusias. Panitia gabungan pun dibentuk bersama dengan LMK.

“Kegiatan ini merupakan momen yang baik untuk mendukung Tahun Persatuan yang digalang Keuskupan Agung Jakarta (KAJ),” kata Pastor Yakub. Ia mengungkapkan, sebelumnya, Paroki Sunter telah banyak melibatkan masyarakat setempat dalam pelayanan. “Pengobatan lansia untuk umum sudah berjalan tiga tahun, rutin setiap bulan. Namun, untuk kegiatan besar, merupakan yang pertama.”

Paroki Sunter juga menggelar kegiatan Senam Sehat yang terbuka untuk warga setempat, dua kali dalam sebulan. Pastor asal Talun Kenas, Sumatra Utara ini menambahkan bahwa acara ini dapat terselenggara berkat tanggapan positif warga sekitar. “Kalau tidak ditanggapi positif, ini agak riskan. Kita senang bahwa mereka mau berkumpul di lokasi gereja dengan nyaman,” imbuhnya.

Khitanan missal ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama di halaman parkir gereja. Tokoh agama yang hadir berasal dari kalangan Islam, Buddha, Hindu, dan Kong Hu Chu.

Hermina Wulohering

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here