Mengutamakan Tindak Nyata Pelayanan Daripada Penghormatan

134
Sr Theresia Yulia, BSMC,usai mengikuti Misa Krisma di Paroki Katedral, Kamis, 29/3.
[Hidup/A.Bilandoro]
Mengutamakan Tindak Nyata Pelayanan Daripada Penghormatan
4 (80%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Di antara ratusan biarawan dan biarawati yang menghadiri misa dan pemberkatan Minyak Krisma yang diadakan setiap tahun di Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Paroki Katedral, Hidupkatolik.com turut menyapa Sr Theresia Yulia, BSMC pada Kamis, 29/3.

Suster (Sr) Yulia -demikian akrab disapa- adalah salah seorang anggota dari kongregasi BSMC, Blessed Sacrament Missionaries of Charity, salah satu tarekat suster yang berpusat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan menghidupi spiritualitas Santa Teresa dari Kalkuta.

Simak pula:

Dalam kesempatan itu, ia turut mengungkapkan kekagumannya di antara sekitar 305 Imam yang hadir dalam misa Krisma. “Kita juga harus banyak mendukung para Imam agar bisa menjadi gembala yang baik bagi para domba; Juga umat turut berpartisipasi dalam pelayanan para Pastor yang sudah mendapatkan tugas perutusan, sehingga bisa menjadi pengayom umat,” ungkap Sr Yulia.

Keprihatinannya terhadap anak-anak terlantar, miskin, yatim piatu atau bahkan yang tidak diharapkan oleh kedua orang tua mereka, bahkan jauh sebelum ia masuk biara, menggerakkan Sr Yulia untuk mendirikan Panti Asuhan Katolik bernama Taman Fioreti.

Taman Fioreti akhirnya memiliki sebuah rumah tetap pada tahun 2013, sebagai tempat bertumbuh dan berkembangnya anak-anak panti asuhan, berlokasi di Kampung Sawah Gang Pos no.14, RT.07 RW.01, Jatimurni, Pondok Gede (dilansir dari laman tamanfioreti.org).

Mengulas tentang homili Uskup mengenai klerikalisme yang mengutip dari Paus Fransiskus, Sr Yulia mengutarakan, kalau kita menjadi Imam tidak perlu harus dihormati tetapi tindak nyata pelayanan yang harus diutamakan supaya kita dihormati. “Bagi kita yang dipanggil oleh Allah, para biarawan biarawati juga harus mengikuti, tidak hanya berfokus pada iman,” kata Sr Yulia.

Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa kita semua dipanggil, dipilih untuk mewartakan karya Allah, untuk melayani, bukan untuk dihormati karena jubah atau pakaian kita. “Itu keliru. Kita harus melanjutkan karya Allah, melayani orang miskin,” tutur Sr Yulia, sejalan dengan visi panti asuhan Taman Fioreti, yaitu meningkatkan harkat dan martabat anak-anak yatim piatu, miskin dan terlantar.

 

A.Bilandoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here