Perayaan Iman dalam Pertobatan

422
Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC (ketiga dari kiri) dan Uskup Manado Mgr Benediktus Rolly E. Untu MSC (keempat dari kiri) hadir dalam KRK.
[NN/Dok.Pribadi}
Perayaan Iman dalam Pertobatan
4 (80%) 4 votes

HIDUPKATOLIK.com – Menyambut 150 tahun Gereja Katolik masuk Sulawesi, umat Katolik diharapkan selalu optimis dan berusaha mendekatkan diri pada Allah.

Panitia Perayaan Yubileum 150 Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Manado, Sulawesi Utara menyelenggarakan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sulawesi Utara, 08/4. KRK ini dihadiri oleh umat Keuskupan Manado dan melibatkan Orang Muda Katolik (OMK).

Ketua Panitia, Anastasia Pangemanan mengatakan tema KRK sama dengan tema Yubileum tahun ini yaitu, “Betapa Mulia Nama-Mu di seluruh Bumi” (Mzm. 8:1). Merefleksikan tema ini, berbagai kegiatan ditampilkan seperti pengajaran iman oleh Pastor Terry Ponomban dan drama singkat tentang sejarah masuknya Gereja Katolik di Bumi Minahasa. “Dalam KRK ini ada Misa, praise dan worship. Ada kegiatan yang sama pada 14-15 April di Tanawangko, Manado oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus,” jelas Anastasia.

Pembicara lain, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC mengatakan, betapa hebatnya perkembangan zaman yang mempengaruhi generasi Z. Kehidupan orang muda saat ini tidak dapat lagi dipisahkan dari gadget. Tanpa gadget segala sesuatu dirasa kurang oleh kaum muda zaman ini.

Mgr Mandagi mengingatkan kaum muda akan pentingnya data dan fakta. Zaman ini ditandai dengan kekerasan. Semua kemauan politik dipaksakan dengan kekerasan. Selain itu, lajut Mgr Mandagi, dengan gadget orang yang wajahnya biasa saja menjadi tampan dan cantik. “Kelihatan cantik tetapi setelah bertemu ternyata gendut,” katanya berkelakar.

Maka, tambah Mgr Mandagi, bila ingin tampil berbicaralah berdasarkan data dan fakta. Orang Katolik dilarang menyebarkan hoax dan berbicara bohong. Ia berharap agar umat Katolik jangan diam. Orang Katolik harus berani melawan hoax dan berita bohong.

Uskup Amboina ini meminta umat agar optimis menghadapi Pilkada serentak nanti. Ia menuturkan, umat Katolik harus berpikir optimis terhadap partai yang menawarkan pesismisme. Ia memberi contoh teladan St Maria Goreti yang dinodai tetapi ia terus belajar mengampuni. Ini adalah bukti kesetiaan dan keteguhan hati orang-orang Katolik. “Jangan diam,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Yubileum, Pastor Damianus Pongoh mengungkapkan bahwa Yubileum ini adalah sarana pembinaan iman umat. Ada banyak cara untuk membina iman umat lewat KRK, pendalaman iman bisa membantu umat memahami tentang iman Katolik itu sendiri. “Di zaman ini, banyak tawaran duniawiyang kadang membuat umat bingung menentukkan pilihan. Kegiatan-kegiatan seperti ini bisa membantu memperdalam iman umat,” jelas Pastor Damianus.

Tahun 2018, Gereja Keuskupan Manado merayakan 150 tahun masuknya Gereja Katolik. Peristiwa ini ditandai dengan pembaptisan oleh Pastor Diogo de Magelhaes tahun 1563. Meski Kekatolikan dihambat sejak kehadiran VOC dan hilang pengaruhnya tahun 1666 dengan pembangunan Benteng Amsterdam, tetapi misi ini kembali berkembang 150 tahun lalu dengan kehadiran Pastor Johanes De Vries. Peristiwa ini akan dirayakan 14 September 2018 mendatang, di mana 150 tahun lalu pada tanggal yang sama, Pastor De Vries membaptis 24 orang di Kema, Manado, Sulawesi Utara.

Lexie Kalisaran (Manado)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here