FMKI KAJ dan Komsos Dekenat Tangerang Menggelar Workshop Literasi Media

139
Peserta dari 11 Paroki di Dekanat Tangerang tampak antusias mengikuti workshop bertema “Kritis Terhadap Kabar Sesat, Cara Bijak Menangkal Hoax” pada Sabtu, 7/4 di Gereja St Maria Regina Bintaro. [Dok.Paulina Gandhes]
FMKI KAJ dan Komsos Dekenat Tangerang Menggelar Workshop Literasi Media
2.8 (55%) 4 votes

HIDUPKATOLIK.com – TANGERANG- Komisi Sosial (Komsos) Dekenat Tangerang menyelenggarakan workshop bertema “Kritis Terhadap Kabar Sesat, Cara Bijak Menangkal Hoax” pada Sabtu, 7/4 di Gereja St Maria Regina Bintaro.

Workshop yang diikuti  11 Paroki di Dekenat Tangerang ini mengundang Alois Wisnuhardana dan tim dari Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (FMKI KAJ) sebagai pembicara serta fasilitator. Tidak kurang dari 70 peserta yang terdiri dari tim Komsos maupun pengurus paroki terlibat aktif dalam acara ini.

Dalam acara workshop ini terselenggara sejak pukul 10.00 hingga pukul 15.00 ini, Alois Wisnuhardana atau yang lebih akrab dipanggil Wisnu memaparkan materi tentang pola penyebaran informasi dalam media.

Wisnu yang merupakan staf ahli media sosial dari Kantor Staf Presiden menjelaskan dengan detail dan menarik mengenai informasi-informasi palsu yang bertebaran di media sosial sekaligus dampak yang ditimbulkan dari kabar-kabar sesat yang tersebar luas ini.

Workshop yang terselenggara atas kerjasama antara Komisi Sosial (KOMSOS) Dekenat Wilayah Tangerang dengan FMKI KAJ ini terbagi menjadi 3 sesi materi, yang mana bertujuan untuk menyadarkan dan mengasah kemampuan peserta supaya kritis terhadap kabar dan informasi yang masuk, sekaligus memenuhi tanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar kepada umat.

Fasilitator dari FMKI KAJ secara khusus menjelaskan dan membekali peserta mengenai pengertian kabar sesat (hoax), dampak, ciri-ciri, sekaligus tips dan langkah-langkah untuk menanggapi, mengonfirmasi, serta mengklarifikasi informasi beredar yang belum tentu benar.

Lebih lanjut, peserta diajak untuk berdinamika dalam diskusi mengenali dan mengidentifikasi berita. Peserta diminta berjejaring dalam sebuah grup aplikasi obrolan daring dan kemudian dibagikan ragam berita, foto, atau informasi dalam wadah tersebut.

Peserta berdiskusi untuk mengidentifikasikan apakah berita tersebut sesat atau benar. Mereka diajak secara langsung untuk melakukan simulai cara menanggapi dan mengklarifikasi berita.Situasi bertambah seru karena peserta semakinantusias untuk berdiskusi serta memberi tanggapan.

Staf ahli media sosial dari Kantor Staf Presiden, Alois Wisnuhardana memaparkan materi pola penyebaran informasi dalam media. [Dok.Paulina Gandhes]
Ketua Komsos Dekenat Tangerang Bambang Gunadi berharap agar jejaring yang telah terbentuk tidak berhenti setelah acara workshop berakhir, namun bisa juga menjadi wadah klarifikasi berita bagi peserta dan untuk kepentingan umat.

Ketua FMKI KAJ, Yulius Setiarto lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa workshop ini juga menjadi cara mengenalkan dan mendekatkan FMKI KAJ ke setiap wilayah yang masuk dalam bagian Keuskupan Agung Jakarta.

 

Paulina Gandhes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here