Menjaga Nama Baik Mahasiswa Papua dengan Falsafah Sunda

76
Suasara Makrab Imasepa Jabar yang berlangsung di Asrama Kamasan II, Cilaki, Bandung pada 21/4 lalu. [Dok.BarnabasSubagio]
Menjaga Nama Baik Mahasiswa Papua dengan Falsafah Sunda
3 (60%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com -Bandung- Sejumlah 200-an Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat (Imasepa Jabar) menyelenggarakan Kegiatan Malam Keakraban (makrab) dengan tema “Menyiapkan Mahasiswa Papua yang Mandiri, Cerdas, dan Berkompeten dalam Menghadapi Era Globalisasi” bertempat di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan II Jl. Cilaki No.59 Cihapit, Kota Bandung pada Sabtu, 21/4.

Pemateri dari PT.Freeport Indonesia, Arland Suruan dalam kegiatan makrab memberi paparan tentang cara meningkatkan motivasi belajar Mahasiswa Papua, sukses di kampus/ organisasi. “Perbanyaklah relasi. Sebagai mahasiswa mampu menerapkan agent of change, agent of problem solver, agent of social control, dan agent of public service yang harus dimulai sejak dini,” kata Arland.

Panitia pelaksana yang diwakili oleh Sekretaris, Moses Krispul menyampaikan bahwa Mahasiswa Papua harus mampu beradaptasi dengan orang Sunda, ramah dan tamah serta meninggikan nilai sopan santun. Ia berharap agar para mahasiswa baru dapat menguasai beberapa materi yang akan disampaikan, sehingga bermanfaat bagi diri-sendiri, keluarga, orang Papua dan tanah Papua.

Lebih lanjut Moses meminta agar para mahasiswa baru dapat menjaga nama baik mahasiswa Papua di Tanah Priangan, nama baik Imasepa Jabar, dan nama baik almamater kampus masing-masing sebagai bentuk pendidikan dengan budaya Sunda yakni silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wawangi*.

Ditempat yang sama Ketua Imasepa Jabar, Yakub J. Peyon dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan makrab ini tidak boleh dijadikan sebagai simbolis namun harus dijadikan tempat pembelajaran. Pria yang biasa disapa kang Jack ini menambahkan bahwa beberapa tahun kedepan kita (mungkin) akan menjadi Pemimpin di Papua, sehingga mau atau tidak mau dan suka atau tidak suka harus mampu meneruskan informasi dan menyalurkan segala kemampuan yang dimiliki.

Usai acara tersebut, dilangsungkan pelantikan dan pengukuhan anggota baru sekaligus menutup acara makrab secara resmi, dengan memukul tifa sebagai tanda menutup acara oleh Ketua Imasepa Jabar, didampingi Sekjen, Leonardus O. Magai, dan beberapa Ketua Paguyuban serta Komunitas Basis.

Barnabas Subagio

*) Triologi silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wawangi  merupakan falsafah kehidupan orang Sunda/ masyarakat Jawa Barat. Silih asah diartikan saling mengasah, saling mempertajam agar lebih berdaya guna dalam kehidupan, saling mendalami makna. Silih asih diartikan saling mengasihi antar sesama. Silih asuh dimaknai saling menjaga dan silih wawangi dimaknai saling memberikan hal yang positif (dilansir dari laman lyceum.id dan silih-wawangi.blogspot.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here