Handphone Boleh, Asal …

476
Anastasia Susana Polii.
[NN/Dok.Pribadi]
Handphone Boleh, Asal …
4 (80%) 4 votes

HIDUPKATOLIK.com – Sejumlah umat setuju para frater memiliki handphone (hp) namun dengan beberapa catatan.

Anastasia Susana Polii
Orang Muda Keuskupan Manado
Para frater boleh membawa hp pribadi. Untuk penggunaannya kembalikan kepada pribadi frater. Jika digunakan untuk hal-hal positif seperti sarana pewartaan, tidak masalah. Tapi jika sebaliknya, untuk hal-hal duniawi semata maka bisa, menjadi salah satu faktor yang mengganggu panggilan para frater tersebut. Jika penggunaannya diselewengkan maka para frater secara dewasa harus menerima segala konsekuensi dengan penuh tanggung jawab.

Ignatius Teguh Indriyatno
Orangtua seminaris
Penggunaan hp untuk seorang calon imam bisa memotivasi namun juga bisa “membunuh”. Hendaknya seorang calon imam dapat menggunakan dan memanfaatkan hp secara bijaksana serta bertanggungjawab sesuai dengan kebutuhan yang mendukung panggilannya. Pemanfaatan teknologi yang semakin canggih tentu harus dibarengi dengan pengendalian diri penggunanya. Tanpa pengendalian diri, seseorang akan mudah terjerumus oleh dampak negatif dari sebuah kemajuan.

Fransiska Yuli Lela
Orang muda Keuskupan Agung Pontianak Kupikir boleh saja para frater membawa hp pribadi. Karena frater juga perlu punya akses teknologi komunikasi. Kalaupun seminari melarang frater memiliki hp pribadi, sebagai gantinya seminari harus tetap menyediakan akses teknologi komunikasi yang memadai, supaya para frater tidak ketinggalan informasi dari luar seminari. Supaya ngak gaptek (gagap teknologi).

Markus I Ratuwalu
Alumnus Seminari St Rafael Oepoi, Keuskupan Agung Kupang
Pemakaian hp untuk calon imam bagai dua sisi mata uang. Tak bisa dipisahkan satu sama lain. Dengan hp, akses informasi sangat mudah untuk diperoleh. Dipakai guna mempermudah pelayanan dan pengembangan calon imam, di sisi lain hp juga menjadi penguji iman si pemakai. Semua keputusan untuk tujuan yang dicapai tergantung calon imam bersangkutan. Untuk pengembangan diri atau untuk kepuasan badani. Calon imam silahkan memilih yang ada di depan, hp atau Kitab Suci.

Anastasia Marchell Tifani
Karyawan swasta
Menurut saya tidak menjadi masalah bagi para frater untuk membawa hp selama berada di seminari. Karena dengan begitu, para frater dikasih kesempatan untuk tetap up date dengan teknologi, pantauan perkembangan jaman, karena bagaimanapun untuk bisa dekat atau berbaur dengan umat nanti, kan kita juga harus tahu apa yang lagi up to date denga jaman sekarang. Tapi dengan catatan, penggunaannya dibatasi oleh pihak seminari. Ada aturan pasti, misal tidak diperkenankan memakai hp ketika di kelas atau sedang aktivitas bersama, tetapi hanya boleh digunakan pada jam-jam tertentu (aktivitas pribadi). Dan harus ada sanksi tegas bagi para frater yang tidak taat. Hitung-hitung para frater juga latihan taat dan tunduk kepada aturan dan hierarki gerejaa.

Ernestasia Grace
Novi Sutikno Putri Guru SMP Frater boleh bawa hp. Karena para frater sebagai calon imam harus tahu bagaimana menyebarkan ajaran-Nya bagi generasi zaman now. Lagipula jika mereka masih terus-terusan dilarang membawa hp, yang ada mereka malah akan semakin pandai untuk berbohong dan menyembunyikan hp tersebut. Karena menurut saya, para frater juga harus mengikuti perkembangan zaman. Jika tidak, bagaimana bisa mereka berkomunikasi dengan manusia sekarang? Bagaimana bisa mereka membagikan ajaran-Nya kepada umat? Terutama untuk membagikan ajaran-Nya kepada kaum muda, yang dapat dikatakan sudah tidak bisa lepas dari hp, meski tidak semua. Bahkan, anak muda jaman sekarang lebih gemar bermain hp, ketimbang berdoa dan membaca Kitab Suci.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here