Pendaftaran Relawan di Komunitas Taizé Prancis Dibuka Untuk Dua Orang

1358
Komunitas Doa Taize. [Sumber: https://www.taize.fr]
Pendaftaran Relawan di Komunitas Taizé Prancis Dibuka Untuk Dua Orang
5 (100%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com Beredarnya informasi yang diterima dari beberapa grup whatsapp pada Jumat ini, 22/6 tentang dibukanya pendaftaran menjadi relawan di Taizé, Prancis, membuat beberapa warganet bertanya-tanya tentang kebenaran berita tersebut.

Kutipannya sebagai berikut:


Halo teman2,
Adakah yang tertarik jadi relawan di Komunitas Taizé, Prancis? Taizé adalah desa kecil di Prancis tenggara, sekitar 2 jam dari Lyon, dimana di sana terdapat sebuah komunitas ekumenis para bruder & tempat ziarah yg banyak dikunjungi anak muda dari berbagai negara.

Komunitas Taizé bekerjasama dengan Komkep KWI membuka kesempatan menjadi relawan tersebut. Syaratnya:
1. OMK aktif
2. Usia 22-29 thn
3. Bersedia tinggal 3 bln (Nov 2018 – Jan 2019) di Taizé.
Batas pendaftaran: 31 Juli 2018. Utk keterangan & info lengkap, silakan kontak Stacy..


Hidupkatolik.com telah memperoleh konfirmasi ihwal kebenaran berita singkat ini melalui Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan (Komkep) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Antonius Haryanto, yang ditegaskan oleh Stacy, narahubung pada informasi tersebut.

Stacy menyampaikan bahwa tempat yang tersedia hanya untuk dua orang. “Kalau mau tahu info lebih lanjut soal Komunitas Taize bisa lihat di web taize.fr ,” tulisnya.

Stacy menyampaikan bahwa desa Taizé adalah tempat ziarah yang menampung cukup banyak orang muda. “Oleh karena itu salah satunya bekerjasama dengan Komkep untuk kesempatan menjadi relawan di sana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Stacy mengungkapkan bahwa info pencarian relawan baru dirilis hari ini dan cukup banyak memperoleh animo. “Sudah banyak yang ingin mendaftar tapi tidak semuanya paham, Taize itu apa dan seperti apa.” Selain dari kriteria diatas, ia menuturkan bahwa proses seleksi selanjutnya adalah wawancara dengan pihak Komkep, untuk memperoleh rekomendasi.

“Kalau dari Komkep sendiri kami mencari yang memang aktif di gereja dan sekembalinya dari Prancis bisa membuat program untuk pengembangan OMK (Orang Muda Katolik), jadi mencari karakter yang seperti ini,” imbuh Stacy.

Program ini sudah kesekian kali, seperti di tahun lalu, ada dua orang yang telah berangkat. Mengenai tantangan untuk mengikuti program ini, “biasanya jarang yang bisa melepas rutinitas yang ada begitu saja. Waktu tiga bulan membutuhkan komitmen,” jelasnya.

Simak pengalaman relawan yang telah dikirim oleh Komkep  dalam program Taizé tahun lalu: antara tetap Katolik, atau mengikuti keyakinan agama lain dari pasangan hidup? Di Taizé, _gue_ memahami dan mengalami sendiri, bahwa kasih Tuhan itu sungguh besar…

Apakah Doa itu Super Power? Oh, Tentu Tidak!

 

A.Bilandoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here