Dibangun Monumen Peringatan untuk Korban Tragedi KM Sinar Bangun

142
Ilustrasi monumen KM Sinar Bangun. [Dok.inimedanbung.com]
Dibangun Monumen Peringatan untuk Korban Tragedi KM Sinar Bangun
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mengundang seluruh keluarga korban dalam acara peletakkan batu pertama monumen tragedi Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, sekaligus doa bersama dan tabur bunga pada Selasa, 3/7.

Acara tersebut dilakukan sebagai penghormatan terakhir bagi sanak saudara mereka yang menjadi korban KM Sinar Bangun yang karam di Danau Toba, Sumatra Utara pada Senin, 18/6 lalu.

Peristiwa itu direkam oleh Sr Eva Sim, salah seorang warga yang mengikuti acara tersebut, melalui akun fb (Facebook) miliknya. “Syukur bagiMu ya Tuhan, atas bimbinganMu dalam acara doa bersama Pemkab Simalungun dengan seluruh keluarga korban.”

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada akun fb miliknya, Selasa, 3/7, menandaskan bahwa pengangkatan bangkai kapal dari segi teknis tidak mungkin dilakukan.

Meskipun kapal bisa diangkat maka akan ada risiko timbulnya keracunan H2SO. Alih-alih mengangkat jasad korban beserta kapalnya, pembuatan monumen peringatan adalah langkah yang paling bagus.

“Semua pihak sudah sepakat. Demikianlah BPPT, KNKT, Basarnas, polisi, TNI, Pemda, Kemenko Maritim dan semua unsur pemerintah sudah berdiskusi panjang dan memperhitungkan semua aspek,” ujarnya.

Monumen peringatan KM Sinar Bangun berukuran 7 meter x 3 meter itu akan tertulis nama-nama penumpang KM Sinar Bangun, baik yang tidak ditemukan maupun selamat. Isak tangis keluarga korban pecah saat dipersilakan meletakkan batu di lokasi pembangunan monumen yang berjarak sekitar 25 meter dari Pelabuhan Tigaras (seperti dilansir dari harian Kompas, Rabu, 4/7).

Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan, monumen yang akan dibangun untuk memfasilitasi keluarga korban yang ingin berziarah. “Saya berharap, tugu ini dapat dijadikan tempat ziarah untuk mengenang para keluarga korban KM Sinar Bangun,” ujarnya.

Terkait santunan, Saragih mengatakan, korban meninggal akan mendapat Rp 50 juta dari Jasa Raharja, Rp 15 juta dari Kementerian Sosial, dan Rp 2 juta dari Pemkab Simalungun.

JR Saragih menambahkan bahwa tugu tersebut akan berbentuk replika KM Sinar Bangun. “Monumen ini akan dikerjakan selama 70 hari,” ungkapnya.

KM Sinar Bangun tenggelam 18/7 lalu di perairan Danau Toba, dalam perjalanan dari Simanindo dan Tigaras. Menteri Perhubungan Budi Karya Samadi menyebut kapal itu mengangkut lebih dari 180 orang meski berkapasitas 43 penumpang.

KM Sinar Bangun sebelum berangkat di Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras.
[Dok.jabar.tribunnews.com]
Simanindo-Tigaras.
[Dok.Retures Graphics]
Sejauh ini Polda Sumatera Utara menetapkan empat tersangka atas peristiwa itu, yaitu pemilik sekaligus nahkoda Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala, dan tiga pegawai Dinas Perhubungan.

Sebagaimana dilansir dari bbc, disebutkan bahwa operasi terpadu pencarian korban KM Sinar Bangun resmi dihentikan, Selasa 3/7 karena Badan SAR Nasional menganggap upaya itu tak akan menemukan korban selamat maupun jenazah yang utuh.

 

Diunggah oleh: AB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here