ATMI Bukan Sekadar Memberikan Ketrampilan

211
Diskusi buku biografi Romo Casutt SJ di ATMI Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (7/7) lalu. Dari kiri ke kanan A. Bobby Pr (penulis), Yovita Arika (wartawan Kompas), Henri Paul, Elman Sunarlio (pengusaha dan alumnus ATMI), (Direktur Cikarang Tekno Park), dan FX Suryadi (Wakil Direktur III Politeknik ATMI Surakarta). [Dok.ATMI]
ATMI Bukan Sekadar Memberikan Ketrampilan
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com Sebagai wartawan yang membidangi pendidikan, Yovita Arika tahu bahwa lulusan Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Surakarta pasti mendapat pekerjaan. Namun, mengapa garansi seperti itu dapat terjadi, dia sebelumya tidak tahu. “Saya baru tahu di ATMI bukan hanya memberikan ketrampilan tetapi memberikan pendidikan karakter kepada mahasiswanya,” ujar Yovita.

Pengakuan ini disampaikan Yovita dalam diskusi buku berjudul Romo Casut SJ: Membangun Pendidikan Vokasi dalam Senyap di ATMI Cikarang, Jawa Barat, Sabtu, 7/7 lalu. Selain Yovita tampil dalam diskusi ini adalah pengusaha dan alumnus ATMI Elman Sunarlio, Direktur Cikarang Tekno Park Henri Paul, Wakil Direktur III Politeknik Surakarta FX Suryadi, dan penulis biografi Romo Casutt A. Bobby Pr. Semasa hidupnya Romo Casutt pernah menjabat sebagai direktur ATMI Surakarta (1971-2001) dan ATMI Cikarang (2003-2004).

Yovita Arika. [Dok.ATMI]
Dari pandangan Yovita, Romo Casutt telah memberikan dedikasi tinggi dengan mempersiapkan tenaga kerja terampil untuk dunia industri di Indonesia. Lulusan ATMI sangat dicari oleh banyak perusahaan karena memiliki ketrampilan yang tinggi dan nilai-nilai yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Sekarang saya tahu ternyata dalam proses pendidikan, Romo Casutt bukan hanya memberikan ketrampilan saja tetapi menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, inovatif, dan kejujuran. Bahkan kalau kuliah di ATMI sakit tidak diizinkan. Kalau sakit, ya, harus kerja lembur,” ujar Kepala Desk Humaniora di koran Kompas ini.

Oleh karena itu Yovita berharap pola pendidikan nilai yang ditanamkan oleh Romo Casutt di ATMI dapat ditularkan ke seluruh lembaga pendidikan vokasi di Indonesia. “Ada baiknya buku ini disampaikan ke masyarakat umum, ditularkan ke luar lingkungan ATMI agar menjadi role model pendidikan vokasi di Indonesia”.

Sosok Romo Casutt
Romo Casutt adalah imam Jesuit kelahiran Horgen, Zurich, Swiss pada 24 Januari 1926. Sebelum berkarya di ATMI, misionaris ini pernah berkarya di Seminari Menengah Mertoyudan Magelang (1957-1965), asrama mahasiswa Realino Yogyakarta (1965-1967). Romo Casutt wafat pada Senin, 27 Agustus 2012 dan dimakamkan di Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah.

Elman sangat bersyukur dengan kehadiran buku biografi ini. Bukan karena dia pernah menjadi mahasiswa ATMI tetapi nilai-nilai yang ditanamkan oleh Romo Casutt dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. “Buku ini sungguh bagus mengungkapkan sosok Romo Casutt.  Seolah-olah penulisnya pernah tinggal di Swiss, seminari Mertoyudan, Realino, dan ATMI,” ujar Elman yang pernah mendampingi Romo Casutt pulang kampung ke Swiss.

Elman Sunarlio. [Dok.ATMI]
Sependapat dengan Yovita, Elman mengakui bahwa tenaga terampil di Indonesia masih sangat terbatas. Oleh karena itu pendidikan vokasi seperti ATMI harus dapat dikembangkan untuk meningkatkan dunia industri di Indonesia. Tugas ini bukan hanya ada di pundak ATMI dan lulusannya tetapi juga pemerintah, dunia industri, dan masyarakat.

Sementara Suryadi mengakui bahwa efek lulusan ATMI Surakarta di dunia industri Indonesia belum besar sebab lulusannya tidak banyak. Hingga menjelang perayaan pesta emas yang akan diadakan tahun ini, alumni ATMI baru sekitar 3.000 orang. Padahal dunia industri Indonesia membutuhkan banyak sekali tenaga terampil. “Kekurangan ATMI adalah satu orang menangani satu mesin. Maka dengan keterbatasan mesin kami tidak bisa menerima banyak mahasiswa untuk dididik.”

Meskipun demikian, sejak kepemimpinan Romo Casutt, ATMI telah memberikan kesempatan kepada setiap lembaga pendidikan vokasi untuk belajar dari ATMI. Bahkan sejak tahun 1970, pemerintah sudah menegaskan bahwa ATMI adalah pendidikan vokasi yang ideal. “Bahkan pejabat pemerintah berulang kali datang ke ATMI untuk mengetahui proses pendidikan di ATMI.”

 

Misgi Novi

Redaksi website HIDUPKATOLIK.COM akan menerbitkan secara GRATIS semua artikel seperti info kegiatan, refleksi, resensi, agenda/rencana kegiatan dan sebagainya di web HIDUPKATOLIK.COM. Semua artikel anda akan kami viralkan juga di semua media sosial. Kami pastikan akan dibaca dan diketahui oleh ratusan ribu pembaca online. Agar dapat diterbitkan, Artikel wajib dilengkapi Foto/Gambar ilustrasi. Kirim ke email: [email protected].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here