Uskup India Dituduh Menikah dan Mencuri Uang

1034
Uskup Prasad Gallela dari Cuddapah mengatakan orang-orang dengan kasta tinggi membuat tuduhan palsu terhadapnya. [Dok..ucanews.com]
Uskup India Dituduh Menikah dan Mencuri Uang
4.5 (90%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com Uskup Prasad Gallela dari Kadapa mengatakan bahwa tuduhan itu salah dan dia menyambut baik kesempatan untuk membuktikan ketidak-bersalahannya.

Seorang uskup Katolik di India bagian selatan menghadapi beberapa kasus pengadilan atas tuduhan bahwa ia menyalah-gunakan dana keuskupan (diosesan) untuk mendukung “istri” dan putranya yang remaja, tetapi uskup itu telah membantah tuduhan tersebut.

Uskup Prasad Gallela dari Cuddapah (saat ini Kadapa) telah disampaikan pemberitahuan untuk hadir pada 18 Agustus mendatang sebelum Lok Adalat, sebuah forum (sistem resolusi perselisihan alternatif-red.) yang disetujui pemerintah, untuk menyelesaikan kasus-kasus yang diselesaikan secara damai di pengadilan.

Dia dituduh menyelewengkan jutaan rupee dari dana kesejahteraan sosial keuskupan untuk mendukung “istri” dan putranya yang berusia 18 tahun dengan melakukan kecurangan pada sistem administrasi gereja.

Dua umat Katolik awam, Mesa Ravi Kumar (40) dan Byreddy Chinnappa Reddy (65), bersama-sama meyampaikan tuntutan pidana terhadap prelatus (klerus berkedudukan tinggi/ setingkat uskup-red.) itu dua bulan lalu.

Pengadilan di distrik Kadapa di negara bagian Andhra Pradesh meminta Uskup Gallela untuk tampil sebelum tanggal 2 Agustus tetapi pengacara uskup itu memohon lebih banyak waktu dan kasus itu dijadwalkan pada minggu terakhir di bulan Agustus.

“Kami memiliki dokumen yang kuat yang diakses dari pemerintah untuk membuktikan status pernikahannya,” ujar Kumar. (sebagaimana dilansir oleh ucanews.com).

Uskup dituduh melakukan pencucian uang, penyelewengan dana keuskupan, korupsi dan kecurangan otoritas sipil dan agama di antara tuduhan-tuduhan lainnya. Lebih lanjut Kumar mengungkapkan, Uskup itu menyesatkan otoritas gereja dan umat Katolik karena hukum gereja dengan jelas menyatakan bahwa hanya laki-laki yang selibat yang bisa menjadi imam dan uskup.

Dokumen-dokumen yang diajukan di pengadilan menyebutkan bahwa permasalahan tersebut dikomunikasikan kepada Vatikan pada November 2016 dengan rincian tentang kehidupan “imoral dan korup” uskup dan permintaan untuk pemecatannya, Kumar mengatakan, menambahkan bahwa pejabat gereja belum bertindak.

Para pemohon petisi tersebut dan pendukung Kumar telah mengedarkan salinan kartu identitas yang diterbitkan pemerintah dan akta tanah di mana Prasad Gallela ditampilkan sebagai suami dari seorang wanita bernama Gallela Sujatha. Mereka juga mengedarkan kartu identitas pemerintah dari Gallela Junior Prasad yang berusia 18 tahun, putra pasangan itu.

Tetapi beberapa orang meragukan keaslian dokumen-dokumen ini. “Ada begitu banyak dokumen untuk mendukung semua tuduhan, tetapi semuanya membutuhkan verifikasi dari pihak yang berwenang,” ujar Pastor A.X.J. Bosco, SJ yang bekerja untuk hak-hak orang Dalit yang miskin (kasta yang tak diakui/ dianggap hina) secara sosial di Andhra Pradesh.

Dia mengatakan tuduhan itu baru berumur beberapa tahun dan terkait dengan perjuangan kasta yang sedang berlangsung di dalam gereja dan masyarakat yang menyebabkan penculikan Uskup Gallela pada April 2016. Dua imam dan 14 lainnya ditangkap dengan tuduhan menyerang uskup.¬†“Semuanya terhubung tapi sayangnya kami tidak punya bukti untuk memutuskan apa-apa. Saat ini, semua yang kami miliki adalah tuduhan,” kata Pastor Bosco.

Uskup Gallela mengatakan orang-orang yang menculiknya membuat tuduhan palsu terhadapnya. “Mereka adalah orang-orang kasta tinggi dan memiliki kekuatan, sarana dan uang. Semua orang takut untuk berbicara menentang mereka. Mereka adalah Reddy, kelompok kasta yang mendominasi secara sosial, politik dan ekonomi di sini,” katanya.

Dia mengatakan bahwa wanita yang dinamai sebagai istrinya adalah istri kedua saudaranya yang meninggal pada tahun 2001. Putra saudara laki-lakinya hampir berusia satu tahun, ketika ayahnya meninggal dan seluruh keluarga menerima bocah itu dan ibunya serta merawat mereka.

“Keluarga saya lebih banyak berhubungan dengannya,” kata uskup itu, sambil menambahkan bahwa menghadirkannya sebagai suaminya adalah penafsiran palsu tentang hubungannya dengan dia. Uskup Gallela mengatakan dia akan menyerahkan dirinya kepada hukum Vatikan dan India dan menyambut semua tes dan penyelidikan medis untuk membuktikan ketidak-bersalahannya.

Sementara itu Pastor Stephen Alathara, Wakil Sekretaris Jenderal Konferensi Uskup Latin-ritus India, mengatakan bahwa pihaknya telah mengetahui kasus tersebut. “hirarki sedang melakukan apa yang boleh dilakukan menurut hukum dan gereja,” katanya.

Seorang pejabat gereja senior mengatakan pemimpin puncak tidak dapat membuat komentar publik karena “tidak ada yang memiliki informasi yang cukup mengenai sebuah kasus yang sedang diselidiki polisi.”

“Jika kita membantahnya hari ini dan penyelidikan menetapkannya besok, bagaimana kita bisa lolos dan mengatasi situasi itu?” tanya Pastor Stephen, seraya menambahkan bahwa orang-orang gereja secara aktif terlibat dalam menyingkap kebenaran.

 

Sumber: ucanews.com reporter, New Delhi, India
Diterjemahkan/ diunggah oleh: Antonius Bilandoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here