Baksos Khitanan Massal RSIA St Yusuf Mencapai 98 Anak

174
Pastor Stefanus Tri Sunaring CM tengah mendampingi salah satu anak yang hendak disirkumsisi. [dok,.pribadi]
Baksos Khitanan Massal RSIA St Yusuf Mencapai 98 Anak
3 (60%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com Pada Minggu 8/7 yang lalu diadakan Bakti Sosial (baksos) berupa Khitanan Massal di RSIA St Yusuf Tanjung Priok. Kegiatan ini merupakan kerjasama yang diadakan oleh WKRI Fransiskus Xaverius Tanjung Priok, RSIA St Yusuf, RS St Carolus dan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya.

Kegiatan ini pertama kali diadakan dan mengambil tema: “Berbagi Kasih untuk saudara-saudaraku, sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar”. Atas kasih karunia Tuhan acara tersebut dapat terlaksana dengan baik. Semua ini juga berkat kerjasama yang baik antara masyarakat sekitar, RSIA St. Yusuf, Paroki Tanjung Priok Gereja St Fransiskus Xaverius, serta Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya.

Respon dari masyarakat sangat baik, hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta khitanan yang mencapai jumlah sebanyak 98 anak.

Acara dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 07.30 pagi hari, dilanjutkan kata sambutan oleh Pastor Stefanus Tri Sunaring CM selaku Kepala Paroki Tanjung Priok, St Fransiskus Xaverius, Direktur RSIA St Yusuf Tanjung Priok dr. Fina Jusuf, MARS, Ketua WKRI FX Shelly L. Aleng, dan Ustad Dani sebagai pemuka masyarakat.

Pembukaan acara khitanan massal yang dihadiri oleh seluruh anak dan kelurga.
[dok.pribadi]
Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian penyuluhan singkat mengenai khitan atau sirkumsisi dilihat dari segi kesehatan dan medis. Sunat atau sirkumsisi adalah prosedur yang dilakukan untuk memotong sebagian kulit yang menutupi alat kelamin pada anak laki-laki.

Tindakan ini memiliki banyak manfaat seperti menjaga kebersihan alat kelamin sehingga menurunkan risiko infeksi saluran kemih dan infeksi menular seksual. Selain itu cara perawatan di rumah pasca khitan juga dibagikan kepada para orang tua.

Registrasi anak-anak yang akan disirkumsisi. [dok.pribadi]
Gelombang kedua dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 10.30 pagi hari, dilanjutkan dengan pemberian kata sambutan oleh Ketua Sie PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) Lucia Rini, dan anggota WKRI Veronika Patricia Yulinda. Doa bersama Pastor Tri dan Ustad Dani turut membuka gelombang kedua ini.

Suasana pasca sirkumsisi di Ruang RSIA St Yusuf. Tampak Pastor Tri Sunaring CM menyambut dan menghibur anak yang selesai disirkumsisi. [dok.pribadi]
Pimpinan tim medis dari Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Dr. dr. Johanes Cansius Prihadi, Sp.U, mengkoordinasikan pelaksanaan yang dibantu oleh 13 dokter bedah, dokter umum, tenaga medis, serta dokter-dokter muda dari FK Unika Atma Jaya.

Kegiatan sirkumsisi juga dibantu oleh tenaga dari RSIA St. Yusuf serta relawan lainnya. Setelah dilakukan sirkumsisi anak dan orang tua diberikan obat-obatan yang diperlukan serta bingkisan untuk dibawa pulang.

Pastor Tri Sunaring CM berfoto bersama anggota WKRI Fransiskus Xaverius. [dok.pribadi]
Puji syukur acara Bakti Sosial Khitanan Massal keseluruhan dapat diselesaikan dengan baik dan lancar hingga berakhir pada pukul tiga sore hari, tanpa adanya kendala atau hambatan yang berarti, kemudian acara ditutup dengan ramah tamah, doa bersama, dan pemberian sertifikat secara simbolik kepada seluruh panitia yang terlibat.

Kiranya masyarakat dapat merasakan pula semangat cinta dan kasih Tuhan. Ustad Dani berharap acara serupa dapat dilanjutkan tahun depan.

Seluruh Panitia Khitanan Massal terdiri dari WKRI Fransiskus Xaverius, RSIA St Yusuf, RS St Carolus dan Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya Jakarta. [dok.pribadi]
Dr.dr. JC Prihadi, SpU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here