Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Katolik Sumatra bagian Selatan KMPKS : Berkumpul dan Sedia Diutus

27
Mental: Latihan Kepemimpinan demi masa depan Gereja.
[NN/Dok.KMPKS]
Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Katolik Sumatra bagian Selatan KMPKS : Berkumpul dan Sedia Diutus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Rasa kangen dan rindu kampung halaman menyatukan mereka. Selesai studi diharapkan mereka kembali ke daerah dan mengembangkan pengalaman yang didapat selama aktif di komunitas. Mereka juga saling menyemangati kehidupan iman maupun intelektual

Teman dan sahabatlah orang pertama yang hadir menyemangati, kala jauh dari keluarga dan mengalami kesulitan. Dalam “warna” perasaan ini, komunitas Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Katolik Sumatra bagian Selatan (KMPKS) berdiri. Komunitas ini tumbuh, berawal dari cita-cita dan kerinduan kebersamaan. “Saat berkumpul bersama teman-teman sedaerah rasanya menyenangkan. Seperti berkumpul dalam keluarga,” tutur Ketua Umum KMPKS 2013-2014, Antonius Chandra Swastika.

Senada, Merry Kurnia Sari mengungkapkan, “Saya bersyukur bisa menemukan banyak teman sedaerah di KMPKS ini.” Merry berasal dari Paroki Gumawang BK 10, Belitang OKU, Sumatra Selatan. Kini ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Sebelas Perintis
Awal mula, 1 November 1979, 11 mahasiswa bertemu bersama di Wisma Vijaya Praya, Papringan, Yogyakarta. Mereka adalah RP Sonopribadi SCJ, lima frater yang sedang studi Teologi di IFT Kentungan, yakni Fr H. Warjito SCJ, Fr FX. Supriharsono SCJ, Fr Y. Adil Ginting SCJ, Fr P. Sugino SCJ, Fr Pramuri Pr; dan lima mahasiswa yang studi di Yogyakarta yakni T. Purnomo, Darmadi, Hartono, Priyo Sulistiyo, dan Supriyono. Pertemuan ini berbuah kesadaran akan kebutuhan dan tanggung jawab masa depan Gereja, khususnya di Sumatra bagian Selatan. Sebagai mahasiswa di perantauan, mereka berharap ada wadah untuk berkumpul, berkomunikasi, sharing pengalaman, dan saling mendukung dalam studi.

Kemudian pada 16 Desember 1979, diadakan pertemuan lagi. Pertemuan ini dihadiri 24 orang dan melahirkan KMPKS, dengan membangun semangat pelayanan. Setelah menyelesaikan studi, anggota KMPKS diharapkan mengembangkan pengalaman yang telah didapat selama aktif di komunitas baik dalam kegiatan menggereja maupun bermasyarakat.

Sebagai komunitas, mereka juga mengasah kesadaran akan kekatolikan dan panggilan kristianinya, dengan menempatkan Kristus sebagai kekuatan dan pengharapan hidup komunitas. Tentunya, tidak boleh melupakan tugas studi.

Sekretariat Peduli
Dunia semakin maju dan berkembang. Teknologi menawarkan banyak kemudahan. Tanpa sadar kita “masuk” dalam arena perkembangan ini. Seringkali kita menerima tawaran tanpa pertimbangan dan penilaian. Lalu, terjerumus dalam arus tersebut. Di tengah tantangan itu, Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ) tergerak hati dan peduli pada KMPKS. SCJ memberi perhatian dengan membangunkan gedung sekretariat di dekat Biara SCJ Jalan Wulung 9A, Papringan, Yogyakarta. Bahkan, mengutus RP Al. Suyoto SCJ, Fr Emilianus SCJ, dan Fr Andry SCJ untuk mendampingi komunitas ini.

“Kami selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan-kegiatan mereka. Tidak hanya saat Misa awal semester, tetapi juga saat pertemuan rutin maupun kegiatan lainnya,” tutur Fr Andry.

Komunitas memiliki struktur kepengurusan yang berperan mengatur dinamika dan kegiatan KMPKS. Pengurus terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, seksi-seksi, dan koordinator rayon/ wilayah.

Dengan adanya pendampingan rutin, KMPKS diharapkan menjadi penggerak dan pendorong kaum muda Katolik di daerahnya masing-masing ketika pulang. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam berorganisasi di KMPKS dibagikan kepada “adik-adik” mereka, khususnya yang akan menempuh pendidikan di Yogyakarta. Maka, setiap liburan Natal atau Paskah, anggota komunitas terlibat dalam kegiatan paroki untuk mengenalkan KMPKS.

Pembinaan Diri
Dinamika komunitas ini dibentuk dalam semangat kaum muda. Kegiatannya menyesuaikan dengan rutinitas anggota yang sebagian besar adalah mahasiswa. “Beriman-Berpendidikan-Bersosial” adalah cita-cita yang ingin dikembangkan. “Kami mengusahakan kegiatan tidak mengganggu tugas utama mereka. Maka, kegiatan biasanya diadakan pada akhir pekan dan bulan,” tutur Fr Andry.

Aneka kegiatan yang dilakukan sebagai sarana pembinaan diri, meliputi bidang rohani dan humaniora. Dalam bidang rohani, mereka mengadakan Misa awal semester, ziarah pada bulan Mei dan Oktober, tugas koor paskah, dan kemping rohani. Untuk bidang humaniora, mereka mengadakan baksos, olahraga bersama, juga live in di Stasi Sengon Kerep, Paroki Wedi-Klaten. Mereka juga berjualan pakaian layak pakai, dan makanan khas Palembang Mpek-mpek. Hasilnya, mereka manfaatkan untuk pengembangan dan pembinaan komunitas.

Universitas Sanata Dharma dan Universitas Atma Jaya adalah perguruan tinggi di mana banyak mahasiswa Sumatra bagian Selatan menempuh pendidikan. Perekrutan anggota diadakan setiap bulan September dalam acara malam keakraban (makrab). “Setiap tahun kami adakan acara makrab dengan tujuan mengumpulkan anggota dan untuk lebih saling mengenal,” jelas Antonius Chandra.

Pada 2015 KMPKS akan memasuki usia 36 tahun. Penguruspun tertantang untuk memikat hati kaum muda Katolik Sumatra bagian Selatan yang sedang studi di Yogyakarta. Aneka kegiatan diadakan supaya komunitas lebih hidup. “Bagi kami, tantangan selama pendampingan ini, selain jadwal kampus yang padat, juga kurangnya minat berorganisasi,” tutur Fr Andry.

Mengarungi arus menantang itu, KMPKS berusaha meningkatkan kualitas perjumpaan, agar tali persaudaraan dan kebersamaan semakin erat.

Fr Emil SCJ

HIDUP NO.22, 1 Juni 2014

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here