Sharing Iman dan Berbagi Sukacita

43
Anggota Fellowship of Catholic Univerity Student (FOCUS) saat berkunjung ke SMA/SMK Katolik St. Gabriel Maumere, Nusa Tenggara Timur. [dok.Walburgus Abulat]
Sharing Iman dan Berbagi Sukacita
1.5 (30%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com Kehadiran para pemuda dari Amerika Serikat di Maumere menjadi tanda bahwa di zaman sekarang ini pewartaan Injil tak pernah mati.

SUASANA sukacita dalam persaudaraan menyelimuti SMA/SMK Katolik St Gabriel Maumere, Nusa Tenggara Timur, pertengahan Juli 2018 lalu menerima kunjungan 20 pemuda dari Amerika Serikat yang tergabung dalam Fellowship of Catholic Univerity Student (FOCUS).

Mereka datang dengan misi khusus membagikan pengalaman iman mereka kepada ribuan pelajar dari kedua sekolah yang menyambut mereka dengan hangat tersebut. Selain SMA/SMK St Gabriel, FOCUS juga menjumpai para pelajar SMK St Mathilda Maumere dan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Roh Kudus Nelle.

Para pemuda AS ini membagikan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan untuk semakin menumbuhkan iman mereka, antara lain dengan merayakan Ekaristi, membaca Kitab Suci setiap hari, dan terlibat aktif dalam pembinaan rohani seperti retret yang diadakan di kampus. Saat mengikuti retret, mereka dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, dan saling mendoakan untuk permohonan tertentu.

Umumnya mereka memohon agar dibebaskan dari hal-hal yang menjauhkan mereka dari Tuhan, menerima Roh Kudus dengan cara yang lebih dalam dan agar dapat menerima karunia-karunia-Nya. “Saya tidak ingat apa yang saya doakan waktu itu, tetapi saya ingat ketika saya didoakan, ada dorongan lembut yang membuat saya merasa lega. Saya mengalami kedamaian yang luar biasa dalam diri saya yang bergema ke seluruh tubuh saya,” kata Therese Aaker salah seorang Misioner FOCUS.

Bagi FOCUS, kampus dan sekolah menengah atas adalah tempat perjuangan dan pertumbuhan. Dalam hal perkembangan emosional, masa-masa ketika berada di kedua jenjang pendidikan ini bisa menjadi masa-masa penuh pergolakan.

Tidak sedikit anak muda yang depresi, kehilangan rasa percaya diri, menjadi korban penyalahgunaan obat terlarang, dan bahkan bunuh diri. “Ada banyak harapan! Kami ingin berbagi harapan itu bersama teman-teman di sini,” ujar Kara Bekebrede Koordinator FOCUS dari Western Kentucky University.

Kara menambahkan para pemuda AS ini datang seperti murid Yesus yang ingin hidup bersama masyarakat yang berbeda. Ia berharap, semoga dengan kehadiran mereka, banyak orang muda yang semakin mengasihi Kristus.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK St Gabriel, Stanislaus Adil mengapresiasi kunjungan dari FOCUS. Ia mengatakan, siswa-siswinya antusias. Sharing pengalaman iman pun berjalan dengan interaktif meski waktu sangat terbatas.

Ia berharap semakin banyak orang muda Katolik dapat dijangkau oleh para misionaris FOCUS. “Pelayanan ini dilakukan oleh anak muda kepada anak muda, sehingga motivasi yang diberikan bisa diterima dengan baik,” kata Stanis.

Setiap liburan musim panas, para misionaris FOCUS melakukan perjalanan dengan misi memberikan pelayanan, mewartakan Injil, dan berbagi kesaksian. Saat ini, tercatat sudah 57 negara di berbagai benua yang mereka kunjungi. Di Asia, mereka telah berjumpa dengan sejumlah komunitas pemuda di Tiongkok, Kamboja, Malaysia, dan Indonesia.

Kedatangan FOCUS ke Indonesia, khususnya Maumere, dijembatani oleh Tarekat Canonici Regulares Jesu Domini/ CJD. Pastor Reminus Hambur CJD mengaku bangga pada para misioner FOCUS yang tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa.

Ada dari mereka yang telah menjadi profesional muda, seperti pengacara, perawat dan guru. “Mereka berasal dari universitas, negara bagian, dan profesi yang berbeda, tetapi bersatu demi menghadirkan Tuhan di tengah teman-teman muda lainnya.”

Hermina Wulohering

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here