Migran di Tanah Orang

36
Migran di Tanah Orang
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com PARA migran beranjak dari keterbatasan ekonomi keluarga. Negara tujuan adalah tanah harapan karena telah menjanjikan kehidupan yang lebih baik kepada migran terutama di negara yang dianggap lebih maju atau modern.

Di sana migran mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Pilihan menjadi migran membuat mereka harus meninggalkan keluarga dan kerabat demi menjadi agen dan sumber ekonomi.

Pada kenyataannya, alih-alih keuntungan yang didapatkan, malah sekelumit persoalan yang merugikan para buruh migran. Hingga saat ini migran memang masih menjadi kelompok yang terpinggirkan. Buruh migran seringkali berhadapan dengan kebijakan yang diskriminatif dan kontradiktif baik domestik maupun di negara tujuan.

Untuk itu sebagai kaum migran harus betul-betul berjuang selama bekerja di negara orang. Para migran harus menyesuaikan diri dengan banyak hal seperti bahasa, kebudayaan, sistem jaminan sosial, jaminan kesehatan, layanan pengaduan dan skill.

Saat mereka kembali ke negaranya, pengalaman di tanah rantau rupanya meninggalkan jejak dalam diri mereka.

Buku ini merupakan hasil dari penelitian bersama jaringan Serikat Jesus di Asia Pasifik. Di dalamnya disajikan bagaimana proses adaptasi buruh migran di tempat tujuan maupun di kampung halaman, hingga mereka kembali lagi ke tanah air.

Judul : Settling Down: The Struggles of Migrant Workers to Adapt
Penulis : Benny Hari Juliawan, SJ, dkk (Jesuit Asia Pasific Conference)
Penerbit : Penerbit Kanisius
Tebal Buku : 160 halaman

 

Willy Matrona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here