JOYFest 2018: Sukacita dalam Keberagaman dan Penciptaan Tuhan

205
Ketua DPH Joyfest Joseph Satria (kanan) bersama Wakil Ketua-1 (DPH) Nicholas Lie, memberikan keterangan dalam gathering media, Minggu, 9/9 di Domus Cordis Center, Jakarta. [HIDUP/Elisabeth Chrisandra JTD]
JOYFest 2018: Sukacita dalam Keberagaman dan Penciptaan Tuhan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com –  Judul diatas ditranslasikan dari “JAKARTA CATHOLIC YOUTH FESTIVAL 2018, “THE JOY OF DIVERSITY, A CELEBRATION OF GOD’S CREATION”, sebagaimana tema yang disampaikan dalam rilis pers yang diberikan saat media gathering di Domus Cordis Center, Wisma Argo Manunggal, Minggu, 9/11 lalu. Berikut ini isi lengkapnya.


JOYFest2018 mempersatukan kaum muda Katolik Asia untuk bersama-sama merayakan perbedaan sebagai berkat yang menyenangkan, dan untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dunia suka berbicara tentang keragaman, perbedaan menjadi sebuah hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan. Tak bisa dipungkiri, Kebanyakan orang masih menilai perbedaan sebagai suatu yang seringkali memicu terjadinya gesekan dan perselisihan. Terlebih, banyaknya anggapan yang berbeda soal “Kita” bagi mereka yang memiliki kesamaan dan “Kalian” bagi yang memiliki perbedaan.

Kebudayaan dan keragaman bukan hanya tentang kita, tetapi tentang Tuhan. Di dalam hidup Gereja Katolik, Rm. Al. Andang L. Binawan, SJ melihat bahwa adanya kegelisahan di masyarakat dalam menanggapi masalah-masalah perbedaan itu. Di mana masyarakat akhirnya terombang ambing secara iman hingga tidak memiliki pegangan yang kuat.

“Umat Katolik pun meski berada dalam satu tubuh, masing-masing berdiri sebagai individu yang berbeda. Beda cara pandang, beda preferensi, meski satu iman. Jadi bisa saja satu isu memiliki banyak cara pandang”, kata Romo Andang Binawan, SJ.

Paus Fransiskus sendiri secara tegas pernah mengingatkan agar orang Katolik lebih berpikir tentang bagaimana membangun jembatan, ketimbang sibuk membangun dinding. Melihat relevansi antara masalah kekinian dengan logika spiritualisme beliau mengakui adanya kesulitan untuk yang sudah berumur ribuan tahun, sehingga Gereja Katolik pun kini harus beradaptasi dengan zaman dan dunia agar terus bisa berinteraksi dengan masyarakat luas.

Dalam konteks Gereja Katolik hari ini, membangun jembatan bisa dilakukan dengan beragam cara. Merangkul orang-orang yang semakin jauh dari Kristus sebagai sumber kasih dan menyatukan berbagai cara serta metode berdoa kita kepada Kristus sebagai satu sinergi kasih. Salah satunya dengan menggelar kegiatan akbar JOYFest2018.

Sasaran utama JOYFest 2018 adalah kalangan orang muda dan mereka yang masih berjiwa muda, kegiatan ini menjadi upaya untuk menanamkan paradigma baru tentang persatuan yang bukan melulu karena adanya persamaan. Melainkan juga berbicara soal bagaimana menerima perbedaan sebagai ragam karunia yang patut disambut dengan sukacita.

Bersama Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Pertemuan Mitra Kategorial (Pemikat) menginisiasi digelarnya Jakarta Catholic Youth Festival (JOYFest) 2018 pada bulan September ini. Mengajak beberapa komunitas Orang Muda Katolik (OMK) Indonesia untuk bersama-sama memaknai perbedaan sebagai suatu hal yang menyatukan.

Beragam konsep acara pun dibuat secara marathon agar orang muda mampu menemukan indahnya keberagaman dengan cara yang bervariasi. Kegiatan dalam bentuk festival ini menyuguhkan seminar, festival musik, dan community showcase untuk kaum muda Katolik se-Asia.

JOYFest digelar di ICE BSD Jakarta pada tanggal 11 September 2018 dengan menghadirkan bintang-bintang tamu yang memukau seperti Matt Maher, penyanyi asal Kanada pemegang nominasi Grammy award dan pemenang berbagai penghargaan musik yang terkenal dengan lagu “Lord, I need You”, dan Sr. Christina, pemenang The Voice Italy.

Tak kalah seru, untuk kelas-kelas seminarnya pun akan dihadirkan praktisi-praktisi yang mumpuni untuk bersama-sama membedah isu-isu kekinian seputar lifestyle, karir, percintaan, finance dan entrepreneurship, spiritualitas, serta kaitannya dengan iman Katolik.

Pertemuan Mitra Kategorial (KAJ) memberikan kesempatan bagi Orang Muda Katolik untuk dapat memilih untuk bersinergi aktif dengan teman-teman komunitas yaitu, CFJ – Catholic Fellowship Jakarta; CHOICE; DC – Domus Cordis; JPII Youth – John Paul II foundation Youth; TIP – The Indonesian; KKMK – Kelompok Karyawan Muda Katolik; GROPESH – Gerakan Orang Muda Peduli Sampah; LEGIO MARIA; KTM YOUTH – Komunitas Tritunggal Maha Kudus; LOJF – Lights Of Jesus Family; SFC  – Single For Christ; THS THM  – Tunggal Hati Seminari Tunggal Hati Maria; BUNDA TERESA.

JOYFest 2018 diharapkan bisa menjadi inspirasi baru terutama bagi kaum muda, bahwa Gereja Katolik mau beradaptasi, dan bahwa Tuhan bisa ditemukan dan dialami dengan cara-cara yang fun. “God is the source of Joy, so let’s celebrate life He gave us in the most Joyful way!”, ujar ketua JOYFest 2018 Joseph Satria dengan penuh semangat.


Info lengkap mengenai acara ini bisa diakses melalui website www.joyfest.id, maupun melalui email [email protected] akun media sosial instagram @joyfest.id dan Facebook Fan Page JOYFest.id.

 

 

Antonius Bilandoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here