Permainan Tradisional Mengajari Banyak Hal

92
Endi Aras (kanan) tertawa melihat polah anak-anak yang bermain bakiak di Festival Mainan Tradisional Indonesia di Car Free Day Alam Sutera, Minggu pagi (7/10). [HIDUP/Elisabeth Chrisandra J.T.D.]
Permainan Tradisional Mengajari Banyak Hal
5 (100%) 1 vote

JAKARTA, HIDUPKATOLIK.com Di zaman yang serba digital ini, kelekatan anak-anak dengan gawai adalah sebuah keniscayaan. Hampir banyak hal bisa dilakukan dengan perangkat ini, mulai dari mengirim pesan hingga bermain gim. Oleh karena itu, para orang tua pun kesulitan untuk serta-merta melarang anak bersentuhan dengan perangkat ini.

Sayangnya, bermain gawai membawa pengaruh buruk jika dimainkan terlalu lama menurut Bambang Gunadi, Ketua Panitia Festival Mainan Tradisional Indonesia yang diadakan di Car Free Day Alam Sutera (7/10). “Kecenderungan individualismenya muncul,” jelasnya.

Bermain, menurutnya, adalah kegiatan yang seharusnya menyenangkan dan juga serius. “Main gundu itu pasti serius, konsentrasi tapi menyenangkan,” ia mencontohkan. Berangkat dari pengalamannya tersebut, Bambang serta Ita Sembiring selaku seksi acara dalam Forum Komsos Dekenat Tangerang bersama Gudang Dolanan Indonesia (GDI) mengadakan festival yang memiliki slogan “Mengenal lebih dekat permainan tradisional Indonesia” ini.

Ada banyak mainan tradisional yang dibawa Endi Aras selaku penggagas GDI, di antaranya taplak atau engklek, gasing, congklak, sepakbola pantul, engsreng, egrang bambu, egrang batok, bakiak, telepon kaleng, dan mobil laker.

Menurut Endi, permainan tradisional mengandung nilai-nilai filosofis. Misalnya gasing yang bisa berputar lama karena ada keseimbangan, “Kalau kehidupan kita manusia seimbang, jasmani dan rohani pasti akan panjang juga,” ucapnya. Endi sendiri mengoleksi sekitar 600 gasing yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia mengaku prihatin apabila permainan ini punah apabila tidak dilestarikan. “Tidak hanya permainannya, tapi nilai-nilai yang terkandung seperti kejujuran, sportivitas, taat pada peraturan akan hilang juga nanti,” tuturnya.

 

Elisabeth Chrisandra J.T.D.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here