Menjadi Pahlawan Zaman Ini

454
Menjadi Pahlawan Zaman Ini
4 (80%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Sejauh ini sudah ada tiga orang dari kalangan umat Katolik yang diangkat pemerintah menjadi Pahlawan Nasional. Mereka berasal dari jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ketiganya adalah Agustinus Adisutjipto dari TNI Angkatan Udara, Yosaphat Soedarso dari TNI Angkatan Laut, dan Ignatius Slamet Riyadi dari TNI Angkatan Darat. Mereka berjuang dan akhirnya gugur di medan perang demi berdiri dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Ketiga pahlawan ini hanya sebagian kecil dari sekian banyak Pahlawan Nasional yang mengorbankan diri untuk negeri ini.

Jasa dan pengorbanan mereka kita kenang dan rayakan setiap tanggal 10 November. Momen Hari Pahlawan Nasional ini menjadi kesempatan bagi setiap warga negara ini untuk tidak sekadar mengingat jasa para pahlawan kita. Peringatan ini justru mengajak dan mendorong kita melihat kembali relevansi dan signifikansi, nilai-nilai pengorbanan para pahlawan, untuk kita jadikan teladan dan kompas hidup kita, dalam berbangsa dan bernegara.

Bila para pahlawan telah mengorbankan diri untuk memerdekakan, menegakkan, dan mempertahankan NKRI ini dari musuh di medan tempur pada zamannya, bagaimana kita – generasi zaman ini – berjuang dan berkorban bagi bangsa dan negara ini. Tentu kita tidak lagi mengangkat senjata atau bergerilia di hutan-hutan. Tantangan dan perjuangan yang kita hadapi sekarang ini berbeda dengan para pahlawan kita. Kendati kita tetap harus berjaga-jaga setiap saat dari serangan musuh entah dari negara mana pun.

Tantangan dan perjuangan – terutama para pemimpin bangsa ini di semua level– adalah bagaimana mewujudkan atau mengonkretkan perjuangan para pahlawan: kemerdekaan, keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi setiap warga bangsa dari ujung Timur sampai ujung Barat, dari ujung Utara sampai ujung Selatan. Hal itu, oleh para pendiri bangsa sudah dituangkan dalam konstitusi kita. Sungguh memprihatinkan, terdapat para pemimpin lebih mengutamakan kepentingan pribadi dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Begitu banyak kepala daerah atau anggota dewan yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakanganini.

Tantangan dan perjuangan yang kini juga di depan mata adalah bagaimana menegakkan NKRI ini dari upaya-upaya pihak-pihak tertentu baik dari dalam maupun dari luar yang ingin menggerogoti haluan atau ideologi bangsa ini. Tanda-tanda tersebut kian terasa. Muncul benih-benih atau gerakan radikalisme, terorisme, dan intoleransi. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang amat cepat, selain membawa maanfaat besar, juga berdampak negatif dalam kehidupan masyarakat kita. Lihatlah maraknya berita bohong dan penyebaran ujaran kebencian melalui media sosial.

Maka, peringatan Hari Pahlawan Nasional ini, marilah kita dijadikan momen merenungkan
kembali relevansi dan signifikansi nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam menyikapi aneka problematika krusial yang mendera bangsa kita belakangan ini.

HIDUP NO.45 2018, 11 November 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here