Berbagi Harapan dengan Lansia

114
Lansia dari sembilan Dekanat Keuskupan Agung Jakarta mengadakan kunjungan ke Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat. [HIDUP/Willy Matrona]
Berbagi Harapan dengan Lansia
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com Orang lanjut usia (lansia) adalah manusia yang memiliki harapan.

MEMPERINGATI Hari Kesehatan Nasional (Harkesnas) Komunitas Simeon-Hanna Keuskupan Agung Jakarta menggelar kegiatan di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Rabu-Kamis, 15-16/11. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar lima ribu lansia dari sembilan Dekanat KAJ.

Moderator Komunitas Lansia, Pastor Martinus Hadiwijoyo mengungkapkan, kegiatan yang berpapasan dengan Harkesnas ini untuk mengingatkan para lansia agar semakin mengenal diri. Menurutnya lansia bukanlah orang tua yang tersingkirkan melainkan manusia yang memiliki harapan.

Oleh karena itu tidak perlu merasa kesepian dan berkecil hati. “Di hari tua ini merupakan kesempatan bagi para lansia untuk meningkatkan iman. Lansia diajak agar semakin menyerahkan diri kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan,” kata dia. Ketua Umum Komunitas Simeon-Hanna, Yohannes Herry Surya, menjelaskan komunitas ini melibatkan banyak lansia untuk saling menguatkan.

“Di sini (Taman Safari) tempat yang cocok untuk para lansia melepas kesepian dan menimba kebahagiaan,” jelasnya. Lebih lanjut ia mengatakan dengan kegiatan ini para lansia tidak merasa ditinggalkan oleh Gereja. Ini membuktikan bahwa Gereja sangat serius untuk memperhatikan para lansia.

Pada kesempatan ini selain mendapatkan “makanan” rohani para lansia juga mendapatkan penghiburan. “Untuk semakin meneguhkan iman, mereka diberi kesempatan untuk rekoleksi, bernyanyi bersama, berdoa, dan bersyukur bersama. Dengan melihat fauna, mereka juga mendapat penghiburan sembari merenungkan keagungan Tuhan atas ciptaan-Nya,” bebernya.

Ketua Panitia, Laurensius Irwan, menjelaskan, para lansia juga mendapat pemeriksaan kesehatan gratis dari beberapa dokter. “Rencana sebelumnya akan disediakan satu bus satu dokter. Akan tetapi dalam pelaksanaannya beberapa bus tidak memiliki dokter. Untuk menutup kekurangan tersebut maka setiap bus ada para medis,” ujarnya.

Ia menambahkan, para lansia sangat membutuhkan dorongan dan dukungan dari orang terdekat. Dari beberapa cerita yang ia dengar, ada begitu banyak lansia yang ditinggalkan oleh keluarga khusunya anak-anaknya. “Mereka harus melawan kesepian tersebut. Di komunitas Simeon-Hanna mereka menemukan kembali harapan. Di sini juga mereka menemukan keluarga dan saudara berlimpah,” terangnya.

Salah satu peserta Sri Hari Basuki menjelaskan tiga hal yang ditimbanya dalam kegiatan ini yakni persaudaraan, pengalaman iman, dan berbelarasa. Pengalaman iman ia dapat melalui berbagi cerita, berdoa, dan pendalaman Kitab Suci.

Berbelarasa ditunjukan melalui pemeriksaan kesehatan. “Di sini saya mendapatkan banyak teman sehingga tidak merasa kesepian. Kesempatan ini saya isi dengan berbagi cerita untuk saling menguatkan,” pungkasnya.

 

Willy Matrona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here