Gubernur NTT Mendukung Pelaksanaan Kongres Nasional Pemuda Katolik XVII

367
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Bungtilu Laiskodat melakukan audiensi dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa, Sekjen PP Pemuda Katolik Christhoper Nugroho di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang, Selasa (20/11/2018), dalam rangka persiapan Kongres Nasional XVII Pemuda Katolik di Kupang pada 7-9 Desember 2018. [dok.Pemuda Katolik]
Gubernur NTT Mendukung Pelaksanaan Kongres Nasional Pemuda Katolik XVII
4 (80%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Bungtilu Laiskodat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa, Sekjen PP Pemuda Katolik Christhoper Nugroho di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang, Selasa (20/11/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bidang Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan PP Pemuda Katolik (PK), Stefanus Asat Gusma yang turut serta hadir, menuturkan bahwa pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan perkembangan terkait persiapan acara menjelang Kongres Nasional XVII Pemuda Katolik, pada 7-9 Desember 2018 mendatang.

Gusma menyampaikan bahwa Gubernur mendukung pelaksanaan Kongres Nasional tersebut, bertempat di Milenium Ballroom, kota Kupang, akan dibuka pada Sabtu, 8/12. “Bahwa setiap pemangku kepentingan perlu mendukung kegiatan ini karena mempunyai dampak dan harus punya dampak terhadap Pronvinsi NTT dan Indonesia khususnya.”

Lebih lanjut, Gubernur NTT berpesan kepada panitia pelaksana lokal, agar membuat acara ini menjadi hebat, yakni tidak melupakan soal isu-isu kebangsaan yang harus diangkat, isu keberagaman, dan Pancasila.

Termasuk hal-hal sederhana tetapi konkret, yakni bagaimana Pemuda Katolik dapat membangun gerakan nasional, dengan potret kegelisahan terhadap NTT terkait sampah. Laiskodat berharap agar PK turut berperan dalam membangun sebuah gerakan anti sampah dan gerakan ekologi.

Pertemuan tersebut, sebagaima disampaikan oleh Gusma kepada Hidupkatolik.com pada Sabtu, 1/12 lewat komunikasi whatsapp, berjalan dengan suasana akrab dan penuh kekeluargaan, dengan candaan yang hangat.

Untuk mewujudkan beberapa hal tersebut, Laiskodat berpesan, agar selalu berkoordinasi dengan Pemeritahan Provinsi menjelang persiapan. “Pada Jumat, 7/12 nanti, (Gubernur) akan menerima semua delegasi peserta, utusan, dan peninjau untuk makan malam bersama dengan beliau,”ujar Gusma.

Pertemuan itu dimaksudkan sebagai suatu kesempatan untuk berbagi  seputar motivasi kepemimpinan dan berbagai persoalan kebangsaan yang tengah menyeruak.

Sementara pengurus PK di Departemen Politik dan Keamanan, Antonius Benny Wijayanto menyampaikan rencana agenda Kongres antara lain mengevaluasi perjalanan organisasi selama satu periode, merumuskan kebijakan, dan pemilihan Ketua Umum dan Pengurus Pusat Pemuda Katolik periode 2018-2021.

“Diperkirakan tanggal 9 akan selesai dan terpilih ketua PK yang baru, serta diputuskan dan ditetapkan beberapa rekomendasi internal dan eksternal dalam rangka konsolidasi, untuk merespon isu-isu politik, kebangsaan, dan sosial kemasyarakatan yang ada di eksternal organisasi,” imbuh Gusma.

Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Bungtilu Laiskodat (berbaju putih,ditengah) diapit Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa, Sekjen PP Pemuda Katolik Christhoper Nugroho, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan sekaligus Sekretaris Komda NTT (Careteker) Rachel Cicilia Tuerah dalam audiensi persiapan Kongres Nasional XVII Pemuda Katolik. Audiensi berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang Selasa, 20/11/2018. [dok.Pemuda Katolik]
Gusma menjelaskan bahwa periode selama tiga tahun ini (2015-2018) berfokus untuk menggalang konsolidasi internal secara besar-besaran untuk melengkapi struktur organisasi. Ia menjelaskan bahwa proses konsolidasi telah berjalan dengan baik pada tubuh PK, terlihat dengan munculnya kepengurusan dan struktur di tingkat Komda, Komcab, di tingkat kecamatan, bahkan di tingkat desa sudah mempunyai struktur organisasi.

“Memang belum terlaksana penuh karena masih ada kendala seperti proses yang masih belum dicapai dalam periode ini. Tetapi pencapaian internal berupa konsolidasi sudah sesuai dengan apa yang diharapkan, dan ditambahkan dengan konsolidasi eksternal, yakni kegiatan yang dibuat untuk mendukung internal,” papar Gusma.

Selain itu juga telah dilakukan konsolidasi struktural, dengan melaksanakan kaderisasi hingga di tingkat lanjut dan mengawal proes penerimaan anggota hingga sampai pada proses kaderisasi di tingkat menengah yaitu di level provinsi.

Sementara terkait dengan persiapan yang dilakukan oleh Steering Committee (SC) Kongres, telah mempersiapkan beberapa draft rekomendasi, salah satunya adalah beberapa penyikapan sikap politik menyambut tahun Pemilu, dimana PK diharapkan kiprahnya secara aktif, mampu menjalin terlaksananya Pemilu tanpa isu sara, menjunjung tinggi aspek hukum dan HAM di seluruh wilayah di Indonesia, serta untuk mendorong semua kader PK agar mau terlibat aktif, baik mereka yang bertarung di Pileg (Pemilihan Legislatif) maupun sebagai penyelenggara Pemilu.

Dikatakan oleh Gusma, bahwa SC PK juga merespons beberapa persoalan terkait munculnya hoax, ujaran kebencian di beberapa daerah khususnya melalui sosial media. “Pada periode kepengurusan ini, juga telah menyelenggarakan pelatihan bermedia sosial yang baik dan bjiak di beberapa daerah.”

Secara internal, kebijakan yang disusun dalam SC akan melanjutkan program konsolidasi yang akan ditawarkan ke dalam kongres. Juga bagaimana membangun proses kaderisasi yang efektif hingga pada tingkatan Komcab.

“Kebijakan yang lebih spesifik akan dibahas dalam dua sidang komisi, yakni komisi internal dan kebijakan organsiasi, serta komsi eksternal, terkait dengan sikap pemuda Katolik,” pungkas Bisma.

 

Antonius Bilandoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here