Babak Baru Malaysia-Vatikan

45
Paus Benediktus XVI bersama PM Negeri Jiran Dato Sri Mohd Najib bin Tun Haji Razak di Kastel Gandolfo, Senin, 18/7.
[AFP/L’Osservatore Romano]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Selain menghasilkan pengesahan hubungan diplomatik antara Malaysia dan Takhta Suci Vatikan, pertemuan juga menyepakati pentingnya promosi dialog antarumat beragama di Malaysia.

Perdana Menteri Negeri Jiran Malaysia, Dato Sri Najib Tun Razak bersama delegasi khusus yang terdiri dari Menteri Persatuan Tan Sri Dr Koh Tsu Koon, Senior Minister Tan Sri Bernard Dompok, dan Menteri Urusan Islam Dato Seri Jamil Khir Baharom mengadakan audiensi khusus dengan Paus Benediktus XVI di kediaman Bapa Suci, di Kastel Gandolfo, Senin, 18/7.

Pertemuan ini perlu dilihat sebagai era baru dalam sejarah Malaysia. Hal ini ditegaskan Menteri Persatuan Malaysia Dr Tan Sri Dr Koh Tsu Koon, yang secara khusus menyempatkan diri mengunjungi Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama.

Menurutnya, kesempatan ini sudah lama dinantikan dan menjadi babak baru bagi Malaysia untuk memulai kerjasama, bukan saja menyangkut urusan-urusan diplomatik tetapi juga dalam segala bidang yang menjadi interes kedua negara, termasuk memajukan dialog antarumat beragama demi perdamaian dan keharmonisan.

Malaysia berjanji akan terus berupaya agar kerjasama dengan Takhta Suci di bidang ini segera dimulai setelah penandatanganan akta relasi diplomatik.

Dari ke-26 menteri di Kabinet Malaysia, 11 adalah non-Muslim. Di antara mereka, tujuh menteri Kristiani. Dan, tiga dari ketujuh menteri Kristiani ini beragama Katolik.

Akhir-akhir ini, keharmonisan di Malaysia mendapat tantangan karena berbagai sentimen yang berpangkal pada isu-isu agama. Persoalan agama dibawa-bawa menjadi persoalan nasional, sehingga meruncingkan permasalahan yang berdampak pada keruhnya relasi antara Muslim dan non-Muslim, terutama dengan warga Kristiani.

Persoalan tuduhan konversi ilegal terhadap Kristiani, permasalahan penggunaan kata Allah yang berdampak pada pembakaran rumah-rumah ibadah, kasus penyitaan buku-buku agama di sekolah-sekolah Kristiani, dan penahanan Alkitab mempersulit relasi Kristiani-Muslim.

Markus Solo SVD, dari Roma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here