OFS Mengejar Kesempurnaan Injil

27
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ordo Fransiskan Sekuler (OFS) berkembang relatif pesat di Indonesia. Saat ini, ada sembilan regio dengan jumlah anggota 1.114 orang. Pada waktu Fransiskus mendirikan ordo, ada banyak orang yang ingin mengikuti jejaknya. Tentu tidak semua orang dapat bergabung begitu saja. Misalnya, saudara-saudara yang sudah berkeluarga atau yang tidak dapat meninggalkan pekerjaannya.

Namun, sekalipun tidak dapat bergabung dengan Fransiskus, mereka tetap meminta bimbingan dan petunjuk. Semuanya diterima dengan senang hati oleh Ordo Fransiskus. Teladan utama yang diberikan kepada orang-orang tersebut adalah mengajak untuk bertobat, menghargai Injil, menghormati sakramen-sakramen, setia pada pimpinan Gereja, memuliakan Allah, serta mencintai saudara dan siapapun.

Anggota
Sesungguhnya, siapa saja (tua, muda, pria, wanita) boleh menjadi anggota OFS, asalkan sudah dibaptis dan bersedia menghayati semangat St Fransiskus. Proses menghayati ini ditempuh melalui tahap-tahap penerimaan anggota.

Pertama, masa perkenalan, sedikitnya enam bulan mereka boleh mengikuti segala macam kegiatan dan aktivitas (dalam biara disebut masa aspiran/ peninjau).

Kedua, masa percobaan (postulat dan novis). Inisiasi dalam biara disebut masa postulan, waktunya setahun, intensif mempelajari sejarah dan riwayat hidup St Fransiskus. Peninjau dalam biara disebut masa novis. Waktunya dua tahun, intensif mempelajari riwayat St.Fransiskus, mendalami Anggaran Dasar.Awal masuk masa novis ditandai dengan penerimaan salib TAU. Dari masa percobaan, seseorang mulai tercatat sebagai anggota OFS.

Ketiga, tahap profesi. Setelah selesai masa novis, anggota OFS diizinkan mengucapkan kaul/prasetia/profesi, baik untuk sementara (tiga tahun) maupun kekal.

Masuk Indonesia
Lewat para misionaris Fransiskan, OFS menyebar dari Italia. Sebelum Perang Dunia II, di Indonesia sudah ada OFS, bahkan sudah ada anggota asli Indonesia. Tetapi, kemudian ordo ketiga ini menghilang.

Pada April 1983, di Yogyakarta mulai dirintis pertemuan bulanan. Kelompok ini kemudian resmi menjadi Persaudaraan Santa Elisabeth yang kemudian menyebar kewilayah-wilayah sekitarnya.

Pada 30 Juni 1985, Persaudaraan St Fransiskus berdiri di Paroki Banyumanik, Semarang. Pada tahun itu juga, dirintis pendirian Persaudaraan St Fransiskus di Sibolga, Sumatra Utara. Pada 1989, satu Persaudaraan baru lahir di Jayapura, Papua Barat. Wilayahnya menjangkau Abepura dan Sentani. Pada 20 Mei 1991, para anggota Persaudaraan Santa Elisabeth di Yogyakarta yang berasal dari Solo dan Karanganyar membentuk Persaudaraan di Solo. Pada 21 Februari 1992, di Pagal, Flores, lahirlah Persaudaraan Saint Louis. Juni 1993, untuk pertama kali para Fransiskan sekular di Indonesia bertemu pada tingkat nasional. Mereka meresmikan Dewan Nasional OFS Indonesia. Saat itu, ada 24 Persaudaraan, dengan 210 anggota yang sudah berkaul, 184 novis, dan 115 postulan (total 509 anggota, tidak termasuk aspiran yang waktu itu berjumlah sekitar 100 orang).

Pada 2011, di Indonesia ada sembilan regio: Jawa Bagian Tengah, Jawa Bagian Barat, Papua, Manggarai NTT, Bajawa NTT, Sibolga, Nias, Medan, Lampung, Pontianak. Total anggota OFS di Indonesia sekarang, 1.114 orang.

Norben Syukur

HIDUP NO.05 2014, 2 Februari 2014

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here