Memaknai Tahun Hidup Bakti

275
Adrianus Sunarka OFM.
[HIDUP/A. Nendro Saputro]
Memaknai Tahun Hidup Bakti
1.5 (30%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Membangkitkan dimensi mistik relasi dengan Allah, persaudaraan dalam komunitas, dan gerak misioner menjadi langkah utama para religius pada tahun 2015.

Salah satu hasil dari Sidang Koptari 2014 adalah pembentukan pengurus baru. Tiga bulan setelah terbentuk, pengurus ini pun sudah disibukkan dengan agenda perayaan Tahun Hidup Bakti. Untuk mengetahui program Koptari dalam merayakan Tahun Hidup Bakti, Majalah HIDUP mewawancarai Ketua Koptari periode 2014-2017 Romo Adrianus Sunarka OFM di Provinsialat OFM, Jakarta, Rabu, 17/12. Demikian petikannya:

Apa tantangan Hidup Bakti di zaman ini?
Di era globalisasi, para religius ditantang untuk setia pada panggilan dasarnya memberikan kesaksian hidup di dalam Allah dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami sadar, bahwa kami orang-orang berdosa yang dianugerahi rahmat panggilan luhur. Oleh karena itu, kami ingin membangun dimensi mistik dengan mem-perkuat relasi erat dengan Allah. Kemudian menggugah dimensi kesaksian kenabian dan solider kepada mereka yang lemah dan terus memupuk dimensi persaudaraan dengan penghayatan tiga kaul (ketaatan, kemiskinan, dan kemurnian) dalam menghadapi tantangan zaman seperti hedonisme, konsumerisme, materialisme, utilitarisme, indifferentisme, dan individualisme. Minimal tiga aspek tersebut dapat terwujud. Selain itu, para religius juga dituntut untuk kreatif dalam karya dan terus menghayati tiga kaul yang masih relevan di zaman yang terus berubah ini.

Apakah kaum muda saat ini masih tertarik mengikuti cara Hidup Bakti?
Dalam pertemuan di Malino, ada cukup banyak kongregasi merasakan turunnya animo kaum muda untuk bergabung ke tarekat. Angka penurunannya, tentu berbeda-beda.

Melihat fenomena itu, muncul refleksi dalam diri kami. Mungkin kesaksian hidup kami sebagai religius belum meyakinkan sehingga tidak menarik perhatian mereka. Bisa juga, karena kami kurang memperkenalkan cara hidup bakti kepada kaum muda. Tapi, kita juga tidak menyangkal ada banyak faktor luar yang mempengaruhi kaum muda untuk memilih tawaran hidup yang lebih menggiurkan.

Namun, di tengah keringnya panggilan masih ada beberapa anak muda yang tertarik menjadi anggota religius karena kagum dengan cara hidup persaudaraan, semangat kedinaan, dan keprihatinan sosial seperti masalah keadilan, keutuhan ciptaan, kerusakan alam, dsb.

Lewat perayaan Tahun Hidup Bakti, apa yang Gereja harapkan?
Paus Fransiskus di tahun 2013 sudah mendeklarasikan tahun 2015 sebagai tahun Hidup Bakti. Di tahun ini, Gereja ingin mengajak umat memperingati 50 Tahun dokumen Lumen Gentium (LG) yang salah satu babnya mengatur tentang Hidup Religius dan juga dokumen Perfectae Caritatis(PC). Dengan peringatan ini, kita diajak untuk mensyukuri masa lampau dengan banyak sejarah hidup religius yang bagus, kemudian menyongsong penyelenggaraan Hidup Bakti di masa depan dan menghayati masa kini dengan penuh semangat.

Paus Fransiskus sendiri dalam pesannya juga mengungkapkan agar Gereja dapat membangunkan dunia dengan kesaksian-kesaksian hidup yang menampilkan kegembiraan dalam panggilan seperti yang didengungkan dalam Evangelii Gaudium (EG). Para religius diharapkan dapat menampakkan kegembiraan dan keindahan dalam mengikuti panggilan Kristus.

Apa program Koptari dalam memperingati Tahun Hidup Bakti ini?
Koptari akan membuat acara dengan tema besar “Mensyukuri dan Memberikan Kesaksian tentang Keindahan Mengikuti Kristus Sebagai Religius di Era Globalisasi”. Perayaan akan dibagi dalam tiga bagian yaitu: Refleksi, Aksi dan Selebrasi. Bagian refleksi, akan ditandai dengan pembuatan buku profil Hidup Bakti di Indonesia. Juga akan membuat profil tarekat dengan animasi dan komik untuk menarik minat anak-anak dan remaja.

Untuk Aksinya akan ada seminar, promosi panggilan, katekese untuk kaum muda, dll. Koptari juga akan menyediakan bahan renungan bulan Maria dengan tema Hidup Bakti yang dapat dipakai pada pertemuan lingkungan di bulan Mei. Pada bagian Selebrasi, Koptari telah meminta kepada para Uskup untuk memasukkan hal tahun Hidup Bakti dalam surat gembala mereka. Di acara penutup, akan diadakan live in para religius muda yang akan dilaksanakan pada November 2015. Ada Tarekat yang berencana memperhatikan kesejahteraan karyawannya.

A. Nendro Saputro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here