Gema Laudato Si’ di Amerika Serikat

27
Paus Fransiskus berpidato saat Sidang Umum PBB di New York, AS.
[mediajrn.com]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comEnam hari kunjungan apostolik ke Amerika Serikat (AS), Paus Fransiskus menyorot isu imigran, lingkungan hidup, kemiskinan, ketidakadilan sosial, politik, ekonomi, dan keluarga.

Bendera Amerika Serikat dan Vatikan terlihat berkibar dari jendela kokpit pesawat yang ditumpangi Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke AS. Kehadiran Bapa Suci disambut Presiden AS Barack Hussein Obama dan Ibu Negara Michelle Obama, Wakil Presiden Joseph Robinette Biden Jr dan istrinya Jill Biden, serta jajaran uskup dan imam AS.

Kala Bapa Suci muncul dari pintu pesawat, sontak kerumunan massa menyambut girang. Paus membalas dengan senyum sambil melambaikan tangan. Kunjungan apostolik ini berlangsung Selasa- Minggu, 22-27/9. Lawatan ke AS ini merupakan lanjutan kunjungan apostolik serupa ke Kuba.

Paus mengawali lawatannya dengan doa bersama para uskup di Gereja Katedral St Matius Rasul, Washington, Rabu, 23/9. Paus di AS juga digunakan untuk menggelar Kanonisasi St Junipero Serra di Katedral Portland, Oregon. “Serra adalah perwujudan Gereja yang menjangkau masyarakat, tak hanya di rumah ibadah, tapi hingga ke pelosok AS,” ungkapnya seperti dilansirnews.va 24/9.

Imigran dan Ekologi
Paus Fransiskus berpidato dalam Sidang Umum PBB di New York, Kamis, 24/9. Ia mendorong para presiden dan perdana menteri untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan, terutama terkait masalah pemanasan global, kemiskinan, dan perlindungan imigran. “Krisis migran adalah tantangan bagi seluruh dunia. Imigran harus dilihat sebagai manusia dan diperlakukan manusiawi,” ujar Paus.

Bapa Suci menegaskan, penyalahgunaan dan penghancuran lingkungan hidup, marginalisasi ekonomi dan sosial kian melemahkan masyarakat yang kurang beruntung. “Egoisme serta haus kekuasaan yang tak terbatas menyebabkan penyalahgunaan sumber daya alam yang tersedia,” seperti dilansir CNA 25/9.

Menurutnya, kaum lemah dibiarkan berada di luar jangkauan pembangunan. “Marginalisasi ekonomi dan sosial merupakan penyangkalan total atas persaudaraanumat manusia dan lingkungan hidup, serta pelanggaran HAM berat,” ujarnya.

Para pemimpin negara didesak mengambil langkah konkret guna melestarikan lingkungan hidup. Presiden Obama mengamini Bapa Suci, “Paus kembali mengingatkan kami bahwa kami punya kewajiban melindungi planet tempat kita tinggal.” Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ke-moon menyebutkan bahwa pesan yang disampaikan Bapa Suci merupakan seruan moral yang mesti diperhatikan oleh organiasi dunia itu.

Bapa Suci berkesempatan mengikuti acara di Monumen Nasional 11 September, bekas lokasi World Trade Center. Ia juga mengunjungi SD Katolik di Harlem Timur, kawasan mayoritas Hispanik dan kulit hitam, lalu makan bersama para tunawisma. Selain itu, ia memimpin Misa di Madison Square Garden yang dihadiri sekitar 20 ribu umat. Dalam Misa, ia memakai kursi yang dibuat para narapidana.

“Pribadinya punya magnet yang mampu menarik, baik bagi umat Katolik maupun banyak orang,” kata Filipina Opena dari LaMirada, California, seperti dirilis Catholic Herarld 27/9. Kunjungan apostoliknya diakhiri di Philadelphia di mana Kongres Keluarga Sedunia dihelat, Sabtu, 26/9.

Yusti H Wuarmanuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here