Potret Persaudaraan Katolik, Islam dan Konghuchu di Malang

107
Para Imam, peserta AYD 2017 dan Orang Muda Islam, Konghuchu berfoto bersama depan Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Ijen Malang (Dok. Mario dan Danis)
Mohon Beri Bintang

 

HIDUPKATOLIK.COM – SETELAH empat hari mengikuti Days in Diocese (DID) di Malang, peserta AYD 2017 Keuskupan Malang meluncur ke Jogjakarta; tempat acara puncak berlangsung. Mereka dilepas setelah mengikuti misa penutupan DID yang dipimpin Vikjen Keuskupan Malang, Romo Eko Atmono, berlangsung dengan meriah di Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Malang, Selasa, 1/8.

Tak hanya misa, hari keempat DID ini diisi dengan acara Pentas Seni Seluruh Delegasi dan pertunjukan dari kelompok non Nasrani (baca: (Sufi Besar Islam, Maulana Jalaluddin Rumi Hadir di AYD 2017 Malang). Di Klenteng Ang Eng Kiong, para penari Barongsai tampil lincah menyambut para peserta yang mengunjungi tempat ibadah Konghucu itu.

Kebersamaan tampak jelas saat seluruh peserta AYD 29017, umat dan warga Klenteng menyantap hidangan makan malam dengan menu – menu favorit para peserta. Mulai dari bakso, tahu campur, chinese food, hingga angsle dan ronde yang telah disiapkan setiap gabungan paroki.

Usai makan malam, pementasan pun dimulaidan dipandu oleh dua Master of Ceremony, Frana dan Eifen yang merupakan anggota GEMPAR (Gerombolan MC Presenter dan Announcer Malang).

Suasana saat makan malam (Dok. Mario dan Danis)

Frana dan Eifen bukan penganut Katolik. Namun itu tak menjadi soal. Mereka ikut mendukung kegiatan DID Malang dengan kegembiraan. Penampilan diawali oleh SMAK Yos Sudarso Kepanjen yang telah menjadi juara 1 Festival Kesenian Tradisional OMK se Malang Raya. Lalu dilanjutkan dengan Mongolia, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Atambua, Singapura dan Vietnam yang menampilkan kekhasan daerah atau negaranya dengan memukau.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Keuskupan Malang kepada pengelola Klenteng Eng Ang Kiong Malang. Dan disambut dengan komitmen untuk selalu menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan dalam keberagaman.

Danis dan Mario (Malang)

Editor: Edward Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here