Paroki Wonosobo Sambut Delegasi AYD Thailand dan Jepang dengan Musik Angklung

136
Anak-anak SLB Dena Upakara Wonosobo berfoto bersama dengan para peserta AYD asal Jepang dan Thailand, serta OMK Keuskupan Purwokerto. [www.komkeppurwokerto.net]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Pada Senin siang, 31/7, peserta Asian Youth Day (AYD) asal Thailand dan Jepang bertandang ke Wonosobo, Jawa Tengah. Mereka berangkat dengan bus dari Purwokerto ke Wonosobo. Mereka didampingi Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Purwokerto karena keuskupan ini menjadi tuan rumah program Day in the Diocese (DID) bagi peserta AYD asal Jepang dan Thailand.

Di Wonosobo, mereka mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Dena Upakara, yang dikelola oleh para Suster Cinta Kasih Putri Maria dan Yosef (PMY). SLB ini merupakan sekolah berasrama yang mendidik anak-anak bisu-tuli khusus perempuan. Sementara itu, para Bruder Karitas (FC) mengelola SLB bagi anak-anak bisu-tuli laki-laki. Sekolah asuhan Bruder FC ini juga terdapat di Wonosobo.

Usai melawat dan bercengkerama dengan anak-anak SLB asuhan para Suster PMY, para peserta AYD lalu berjalan kaki menuju ke Gereja Paroki Santo Paulus Wonosobo, yang terletak tak jauh daru SLB. Di jalanan menuju Gereja Santo Paulus, anak-anak TK dan SD serta umat sudah membentuk barisan untuk menyambut tamu mancanegara ini. Rona airmuka mereka nampak sumringah melihat para tamu yang mereka tunggu telah datang.

Panitia segera mengarahkan para peserta AYD memasuki gereja. Di dalam gereja, kelompok Padua Suara OMK Santo Tarsisius Wonosobo sudah siap menyajikan tiga lagu. Menurut keterangan panitia penyelenggara, lagu-lagu yang dibawakan sebenarnya merefleksikan tentang semangat kaum muda. Sebagai orang muda yang beriman pada Yesus, sudah selayaknya memaknai hidup dalam setiap perjumpaan dengan sesama serta senantiasa menunjukkan sikap bersyukur atas semua karunia Tuhan dalam hidup ini.

Setelah selesai di dalam gereja, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di halaman gereja. Para peserta AYD kembali disuguhi jajanan tradisional khas Wonosobo. Dalam kesempatan ini, digelar pertunjukan musik angklung yang dibawakan oleh anak-anak SD. Alunan musik begitu mendayu mengiringi suasana penuh persaudaraan dalam perjumpaan iman antara para peserta AYD dengan umat Wonosobo.

Menjelang sore, rombongan peserta AYD beserta para pendamping, imam dan Uskup lalu berpamitan. Mereka berterima kasih atas penerimaan dan penyambutan yang begitu meriah dari umat di Wonosobo. Pengalaman ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam dan penuh syukur bagi para peserta AYD untuk direfleksikan dan dipetik buah-buah rohaninya. “Wonosobo mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan bahagia dalam menjalani kehidupan ini dan jangan pernah putus asa” tulis David Laiyan, salah salah satu Tim Media DID Keuskupan Purwokerto, dalam laporannya.

R.B.E. Agung Nugroho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here