What is Happiness? How to live a happy life?

221
What is Happiness? How to live a happy life?
3 (60%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.com – Apa itu kebahagiaan? Teman-teman kita semua pasti ingin bahagia. Siapa sih di dunia ini yang tidak ingin bahagia?  Lalu dimana kita bisa mencari kebahagiaan? Apa yang harus kita raih agar kita bahagia? Kapan sih kita bisa bahagia? Pertanyaan-pertanyaan itu pastinya sering muncul di dalam benak kita.

Apakah bahagia itu jika kita bisa jadi orang kaya dan populer? Apakah bahagia itu bisa kita temukan jika kita menikah punya anak ? Apakah bahagia itu jika kita bisa keliling dunia? Kalau sekarang ini kita belum kaya, belum menikah, belum bisa keliling dunia berarti kita belum bahagia dong?

Jika kebahagiaan itu bisa dicapai jika sudah populer dan kaya, lalu kenapa banyak artis Korea yang meninggal di usia muda karena bunuh diri? Meskipun mereka kaya dan populer namun rupanya ada kekosongan di batin mereka yang membuat mereka tertekan dan merasa tidak bahagia, hingga akhirnya mereka memilih mengakhiri hidupnya.

Om Telolet Om

Beberapa waktu lalu, media sosial di Indonesia sempat dibuat trending dengan istilah om telolet om.  Fenomena ini awalnya membuat saya heran dan merasa aneh. Apa menariknya hingga istilah ini bisa sangat terkenal. Awal fenomena ini terjadi cukup menarik. Anak-anak yang berada di pinggir jalan begitu gembira ketika mendengar suara klakson “telolet” dibunyikan, mereka kemudian bersorak dan menari kegirangan karena keinginan mereka dikabulkan sopir bus. Anak-anak ini mampu bersyukur melalui hal kecil yang mereka alami sehingga mereka merasa sukacita. Menarik bukan? Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa bahagia itu sebenarnya sangat sederhana.

Kebahagiaan bisa kita temukan setiap saat. Kebahagiaan itu bukan karena kita meraih sesuatu, bukan karena orang lain, namun kebahagiaan itu sejatinya berasal dari diri kita sendiri Jika kita bahagia karena meraih sesuatu maka saat yang kita inginkan belum tercapai kita tidak akan menjadi bahagia. Lalu jika kebahagiaan karena orang lain maka saat kita mengalami kekecewaan atau kehilangan orang tersebut  kebahagian tersebut akan hilang.

Ingatlah bahwa tidak ada yang abadi di dunia, karena hidup ini sendiri adalah misteri. Kita tidak pernah mengerti apa yang akan terjadi di waktu mendatang, seringkali pertemuan dan kehilangan datang silih berganti. Hal yang kita inginkan juga belum tentu semua tercapai dan hal yang kita khawatirkan juga belum tentu terjadi. Segala kondisi juga bisa berubah setiap saat, kadang kita diatas kadang kita di bawah, kadang berhasil tapi tidak jarang juga gagal.  Jadi belajarlah bersyukur dan tetap bersuka cita untuk apapun yang kita alami dalam hidup ini baik suka maupun duka.

Pada dasarnya manusia tidak pernah puas dengan apa yang dicapai, lingkungan sosial juga seringkali ‘menyudutkan’ kita hingga kita seolah selalu merasa tidak puas dan bahagia. Salah seorang teman pernah berkomentar mengenai fenomena sosial ini :” saat jomblo kita akan ditanya kapan punya pacar, setelah punya pacar ditanya kapan nikah, setelah nikah ditanya kapan punya anak, setelah punya anak 1 ditanya kapan punya 2 lalu ditanya lagi kapan anaknya menikah”, begitu seterusnya seolah masyarakat tidak pernah menemukan kepuasannya. Untung gak ditanya kapan meninggal… Hahaha..

Hiduplah untuk hari ini

Teman-teman hiduplah untuk hari ini, bersyukurlah untuk hari ini, jalanilah hari ini dengan penuh sukacita, semangat. Berusahalah agar kita tidak terbelenggu dengan masa lalu. Mungkin di masa lalu kita mengalami banyak masalah, kegagalan atau bahkan keberhasilan, namun kita hidup untuk saat ini bukan di masa lalu, kita tidak akan pernah bisa maju kedepan jika kita terus melihat masa lalu. Masa lalu tetap menjadi kenangan, pengalaman dan pembelajaran untuk menjalani hari ini dan menatap masa depan. Masa depan punya cerita dan kesukarannya sendiri, kita tidak pernah tahu pasti, namun yang bisa kita lakukan adalah percaya, bahwa Tuhan memiliki rancangan yang indah untuk hidup kita.

Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau

Kecenderungan yang kita miliki adalah membandingkan hidup kita dengan orang lain, padahal apa yang kita lihat di luarnya saja belum tentu seperti itu di dalamnya. Setiap orang punya berkat dan salib masing-masing. Berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain dan belajar untuk selalu bersyukur dengan hidup kita akan membuat hidup kita menjadi jauh lebih tenteram.

Temukan kebahagianmu

Akhirnya teman-teman temukanlah kebahagiaan itu dihatimu sendiri melalui rasa syukur dengan apapun yang kita miliki, apapun berkat dan salib kita karena hidup ini adalah anugerah dari Tuhan. Lakukanlah yang terbaik dan bawa selalu hidup kita ke dalam tangan Tuhan serta serahkan hasilnya kepada Dia karena Dia begitu mencintai kita dan mengetahui apa yang terbaik untuk kita.  Setiap waktu setiap saat kita akan bisa bahagia. Ibaratnya kebahagiaan sejati itu jika kita makan sendirian di warteg tetapi bisa merasa sebahagia jika kita sedang bersama orang kita sayangi di depan Menara Eifel. (Ita Kurnia Dewi, Bandung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here