Pastor Andreas Trismadi Penyembuh Orang Sakit di Papua

3815
Pastor Andreas Trismadi Penyembuh Orang Sakit di Papua
4.7 (93.85%) 13 votes

Di saat umat Katolik Keuskupan Jayapura menyambut tahun baru 2018, Pastor Dekan Dekenat Jayapura yang dikenal dengan Pastor penyembuh orang sakit menutup usia. Berbagai status medsos mewarnai dinding facebook menjelang tahun baru menyatakan duka mendalam atas kepergian Pastor Andreas Trismadi.

Sejak hidupnya dalam pelayanan sehari-hari, Pastor Trismadi selalu mendengar curahan hati penderita sakit, mengajak penderita untuk berdoa sambil bertobat, memberikan pengampunan, mendoakan serta memberikan jalan keluar kesembuhan yang sangat mudah dijangkau oleh penderita. Banyak orang sakit yang tertolong dengan membuka diri untuk didoakan dan menerima kuasa Tuhan secara total bersama Pastor Trismadi. Tidak hanya untuk orang sakit, melainkan untuk berbagai persoalan hidup, hingga kaula muda yang kesulitan menemukan pasangan hidup pernah mendapat pertolongan. Semua orang yang datang kepadanya diterima, baik umat katolik, umat Kristen maupun umat Islam. Pelayanan kemanusiaan ini membuat banyak orang merasa kehilangan melihat Pastor Trismadi tertidur kaku di hari terakhir tahun 2017. (baca : Umat Katolik Jayapura Berduka).

Setelah dua hari disemayamkan, tanggal 2 Januari 2018 ribuan Umat Katolik yang ada di Jayapura maupun umat yang datang dari Dekenat Keerom, Dekenat Pegunungan Bintang dan Dekenat Pegunungan Tengah menghadiri misa pelepasan yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, tempat Almarhum bertugas sebagai Pastor Dekan Dekenat Jayapura. (baca : Ribuan Umat Katolik menghadiri Misa Requem Meninggalnya Pastor Trismadi ). Setelah misa requem dilanjutkan dengan pemakaman di Bukit Bahagia Youtefa Yabansai Paroki Kristus Terang Dunia Waena. Bukit Bahagia adalah lokasi perbukitan indah yang direncanakan sebagai pusat pemakaman imam diosesan Keuskupan Jayapura atas ide dari Pater Trismadi semasa hidupnya, namun sebelum arsitekturnya ditata, Pater Trismadi terlebih dahulu menjadi orang pertama yang menghiasi Bukit Bahagia.

Almarhum Pater Trismadi berasal dari kehidupan sederhana, lahir di Magelang 15 Mei 1958, menginjak tanah Papua bersama keluarga untuk program transmigran di Arso III Papua pada tahun 1985. Anak ketiga dari delapan bersaudara ini semakin dekat dengan Katolik ketika menempuh Pendidikan Guru Agama Katolik tahun 1986 (sekarang STPK), lalu menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Fajar Timur tahun 1987, hingga menyelesaikan pasca sarjana tahun 1995. Pada tanggal 28 April 1996 ditabiskan menjadi Imam di Katedral Kristus Raja Jayapura. Tempat-tempat di Papua yang pernah beliau layani adalah Paroki Bomomani (1995 – 1996) yang saat ini sudah menjadi wilayah Keuskupan Timika, Pastor Dekan di Dekenat Pengunungan Tengah (1999-2003), Paroki Roh Kudus Mabilabol sebagai Pastor Dekan (2002 – 2010), Pastor Paroki Kristus Terang Dunia Waena (2011 – 2014), Pastor Dekan Dekenat Jayapura sekaligus Pastor Paroki Gembala Baik Abepura hingga tutup usia (2014 –  2017). Pastor Barnabas Daryana yang saat ini sebagai Vikjen Keuskupan Jayapura adalah adik kandung dari Almarhum Pastor Trismadi. Tanggal 27 November 2017 Almarhum harus dirawat di Rumah Sakit Dian Harapan karena mengalami komplikasi penyakit dalam, sempat keluar rumah sakit tanggal 2 Desember 2017, namun kembali dirawat di RSDH pada tanggal 20 Desember 2017, hingga tanggal 31 Desember 2017 pergi ke Rumah yang Kekal. Umat Keuskupan Jayapura percaya bahwa secara fisik Pater Trismadi telah pergi dari dunia, namun Pater Trismadi yang kini ada di surga akan menjadi perantara doa bagi orang-orang yang menderita sakit. (Florry Koban)

 

1 COMMENT

  1. Pribadi sederhana, simpel, lembut, saya rasa tidak ada kekurangan pastor Trismadi ini. Sempat bersama pastor sewaktu di STFT Fajar Timur, sebagai seksi listrik. Saya belajar banyak tentang apa itu keikhlasan, kerendahan hati, sederhana dari pastor Trismadi. Selamat jalan kaka pastor, berbahagialah di surga mulia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here