Pancasila, Peradaban Kasih

215
[Dok.http://www.uajy.ac.id]
Pancasila, Peradaban Kasih
2.3 (46.67%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.com – PANCASILA dapat menjadi orientasi, kerangka acuan untuk membangun budaya kasih. Pernyataan ini disampaikan Kardinal Julius Darmaatmadja SJ dalam seminar bertema, “Pancasila sebagai Orientasi Mewujudkan Peradaban Kasih” di Auditorium Kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Jumat, 11/5.

Tampil sebagai pembicara utama Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latif dan pembicara lainnya Methodius Kusumahadi dari Satunama Foundation Yogyakarta dan dosen Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) UAJY, Bernadus Wibowo.

Dalam kesempatan itu dibedah buku terbitan PT Kanisius Deresan Yogyakarta, berjudul “Mengamalkan Pancasila dalam terang Iman Katolik” karangan Petrus Danan Widharsana.

Lebih lanjut Kardinal Darmaatmadja menjelaskan, Pancasila dapat sebagai orientasi membangun peradaban kasih karena para perumusnya disinari rahmat Allah, sehingga didorong niat suci mereka membangun bangsa dan negara Indonesia.

“Allah telah mempengaruhi hati suci mereka dengan sinar iman masing-masing. Mereka dimampukan menata rancang-bangun kehidupan bangsa, dengan kerangka acuan Pancasila,” tuturnya.

Meski begitu dalam pelaksanaannya, kata Kardinal, pelaksanaan cita-cita tersebut belum semua mampu secara konsekuen memandang sesama warga bangsa sebagai saudara. “Apalagi kalau agama yang mereka anut dianggap sesat. Akibatnya, sering sampai terjadi kekerasan fisik terhadap orang maupun rumah ibadah mereka,” ujarnya.

Sebelumnya Yudi Latif menilai Indonesia sebagai masyarakat plural kurang mengembangkan wawasan dan praktik-praktik pembelajaran multikulturalisme. Selain itu, masih lemahnya kebijakan dan  kepemimpinan yang mendorong ke arah inklusi sosial.

“Kita harus terbiasa mengembangkan pergaulan lintas kultural. Gerakan kebajikan Pancasila, dengan semangat berbagi lintas iman, lintas etnis,” ajaknya.

H. Bambang S (Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here