Santo Vladimir I dari Kiev (956 – 1015) : Raja Kristen Pertama dari Ukraina

335
St Vladimir I saat dipermandikan di Kiev.
Santo Vladimir I dari Kiev (956 – 1015) : Raja Kristen Pertama dari Ukraina
3 (60%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Ia menjadi raja Ukraina pertama yang menjadi Kristen. Ia dikenal sebagai orang kudus pelindung Gereja Ortodoks, Yunani, dan Katolik di Ukraina.

Pada dasawarsa kedua abad X, budaya politeistik berkembang pesat di Eropa. Di Ukraina, misalnya, paganisme menjadi agama kepercayaan, yang dianut sebagian besar masyarakat. Bila Kristen menyasar masyarakat kota, paganisme menaruh jangkar pada masyarakat kecil di daerah-derah pedesaan.

Sihir, penyembahan berhala, hidup berfoya-foya, pengorbanan diri, kepercayaan dewa-dewi menjadi kuat di pedesaan Ukraina. Pentagram, Ankh (lambang Mesir Kuno), Hesksagram, Belati dari elemen api menjadi simbol utama kaum pagan Ukraina.

Salah satu tokoh paganisme yang melegenda dalam sejarah gereja Uraina adalah Vladimir I dari Kiev. Vladimir adalah raja pagan yang benar-benar taat dengan corak hidup berfoya-foya, sembah berhala, dan hedonisme.

Sebagian besar hidupnya berubah tatkala menikah dengan Anne dari Konstantinopel, seorang wanita bangsawan beragama Kristen Bizantium. Cinta yang mengubah hidup Vladimir menjadi Kristen yang dihormati dalam Gereja Ortodoks, Yunani, dan Katolik.

Raja Pagan
Vladimir lahir dengan nama Vladimir Svyatoslavich di Kiev, Ukraina, 956. Tidak terlalu banyak data soal masa kecil Vladimir. Dalam otobiografinya disebutkan, ia lahir dari keluarga bangsawan dari Kerajaan Novgorod dan Kiev (Kievan Rus). Ia adalah cucu dari Santa Olga dari Kiev (879-969), Ratu Kristen pertama dari Ukraina. Olga menikah dengan Adipati Kiev Igor I (903) dan menjadi ratu yang intim memperkenalkan kekristenan di Ukraina. Ketika puteranya Svyatoslavich (ayah dari Vladimir) dewasa, Olga menyerahkan tampuk kerajaan kepadanya.

Ketika penyerahan kekuasaan ini, Svyatoslavich tidak terlalu antusias memperkenalkan Kekristenan. Harapan Olga agar anaknya bisa menganut Kekristenan kandas lantaran Svyatoslavich lebih tertarik menganut paganisme. Berbeda dengan sang istri, permaisuri Malushka yang dikenal sebagai ibu yang baik dan taat menjalankan ajaran Kekristenan. Sebagai seorang Kristen, Malushka berharap anak sah dari perkawinan dengan Svyatoslavich, Vladimir bisa menjadi penerus Kerajaan Kievan Rus.

Kecemasan utama sang ibu adalah kalau tampuk pemerintahan direbut oleh Yaropolk, putra Svyatoslavich dari seorang istri pagan. Setiap hari, Malushka berdoa dan berharap, agar Vladimir yang kala itu berusia 25 tahun, bisa memperkenalkan ajaran Kekristenan kepada masyarakat Ukraina.

Namun harapan sang ibu tak berjalan mulus. Alih-alih ingin menjadi pengganti, Vladimir malah terkontaminasi dengan ajaran pagan. Ia menyaksikan bagaimana Svyatoslavich bisa menikmati hedonisme, yang ditawarkan komunitas pagan, yang berkembang pesat di Eropa Selatan kala itu. Vladimir menerjemahkan percaya kepada Allah dalam hal sensual, materialistis, pemuasan diri sendiri, ketidakpedulian pada masa depan, dan ketidaktertarikan pada agama yang kompleks. Vladimir menjalani hidup dengan kenikmatan, foya-foya, dan menyembah berhala.

Malushka mengamati harapan Ukraina memiliki raja dari agama Kristen terasa sirna. Ia bahkan berpikir bila Vladimir belum menganut aliran Kristen, maka ia bisa mencaplok keluarganya sendiri, yang seiman dengannya menjadi penguasa. Penantian panjang selama sepuluh tahun berbuah kegembiraan, setelah kematian Svyatoslavich tahun 972. Daripada Yaropolk yang dikenal bengis, Yaropolk terus bernafsu menjadi penguasa. Ia bahkan berniat membunuh semua keturunan langsung dari Svyatoslavich, termasuk Vladimir. Demi menyelamatkan diri sekaligus mencari strategi menghadapi saudara tirinya, Vladimir melarikan diri ke Skandinavia dan meminta bantuan pamannya. Dari tangan dingin sang paman, kerajaan Kievan Rus berhasil dipertahankan. Setelah itu, Vladimir mampu mengkonsolidasi wilayah Kievan dari Ukraina ke Laut Baltik, memantapkan batas-batas melawan kaum nomaden Bulgaria dan Baltik.

Kristen Bizantium
Keberhasilan memperluas wilayah kekuasaan tak ditunjang dengan imannya. Padahal saat itu, agama Kristen mulai menjamur di Ukraina. Gereja Katolik Yunani Ukraina sebagai Gereja Katolik Partikularis Ritus Timur Sui Iuris ini menjadi Gereja terbesar kedua yang berkembang setelah Gereja Ortodoks Ukraina Patriarkat Moskwa, dan Gereja Ortodoks Ukraina Patriarkat Kiev. Di zamannya, Katolik Yunani berkembang lewat para perantau dari Ukraina. Tetapi Vladimir tak tersentuh dengan ajaran itu. Ia benar-benar bebas menikmati kehidupan paganismenya.

Kendati begitu ia tidak menutup kemungkinan terhadap Gereja-gereja Kristen itu. Ia beberapakali bersentuhan dengan Kekristenan lewat para misionaris dari ritus Bizantium Konstantinopel. Ia menjadi penganut pagan yang mengagumi pribadi Santo Kiril dan Metodius-dua orang kudus yang dikenal bermisi di Ukraina. Ia juga mengagumi karya Santo Kiril tentang perluasan bahasa Slavonika Kuno. Lambat laun Vladimir jatuh cinta pada agama barunya ini.

Charles Herbermann, dalam Catholic Encylopedia, “Ruthenians” menulis tentang alasan lain Vladimir menjadi Kristen. Tahun 987, Raja Basilius II dari Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium membangun kesepakatan dengan Raja Vladimir. Keduanya mencapai pakta bantuan tentang pernikahan Vladimir dengan Anne dari Konstantinopel seorang wanita bangsawan dari Kristen Bizantium. Pernikahan itu terjadi dan Anne mampu mengubah iman seorang Vladimir yang dikenal keras kepala dan suka berfoya-foya. Lewat cinta, Anne mampu menarik Vladimir menjadi Kristen tahun 988 dan mengambil nama Patronal Basil.

Setelah menjadi Kristen, ia memerintahkan konversi Kristen Kiev dan Novgorod. Ia memerintahkan umat Kristen Rus untuk mengadopsi Ritus Bizantium dalam bahasa Slavonia. “Ia memilih ritus Bizantium di atas liturgi Kristen Jerman, Yudaisme, dan Islam karena keindahan transendennya; mungkin juga mencerminkan tekadnya dalam mengontrol sistem politik,” tulis Herbermann.

Tiga Agama
Dalam sejarah Kerajaan Kiev, Vladimir mungkin menjadi raja Kristen pertama tetapi kerajaan ini pernah mengalami kehancuran. Pada abad XIII, Bangsa Mongol berhasil menginvasi Kiev. Kemudian tahun 1326, Metropolitan Kiev dipindahkan ke Moskwa, Rusia dan mengganti posisi menjadi Metropolitan Moskwa dua tahun setelah pemindahan itu. Perpindahan ini memberi dampak lain dari sisi keagamaan. Gereja Ortodoks dikatakan turut mempengaruhi kiblat Gereja Bizantium di Rusia. Setelah Konsili Stoglav (Konsili Seratus Bab) tahun 1551, Gereja terbagi menjadi Metropolia Rusia (Moskwa) dan Metropolia Ruthenia (Kiev). Dalam periode persatuan Brest (dua Gereja tersebut), Vladimir menjadi pemerkasanya.

Demi ketaatan hidupnya, Vladimir menceraikan tujuh isterinya dan tetap hidup benar bersama Anne. Ia menghancurkan seluruh jejak paganisme seperti kuil berhala, patung, dan mengeluarkan perintah tidak ada pengorbanan manusia sebagai korban berhala. Kendati banyak ahli sejarah menilai semua ini demi kepentingan politik, tetapi banyak karya lahir darinya. Kesalehan hidupnya ini diteruskan oleh dua anaknya: Santo Boris (†1010) dan Santo Gleb (†1015)- keduanya dikanonisasi oleh Paus Benediktus XIII (1649-1730) tahun 1724.

Kristenisasi menjadi fokus Raja Vladimir di Ukraina. Di Kievan Rus, banyak gereja berdiri salah satunya adalah Gereja Katedral Tiches di Kiev. Untuk maksud luhur ini, ia membangun kerjasama dengan agama-agama seperti Ortodoks dan Katolik Roma. Ia juga menciptakan kesatuan politis dengan mengangkat 12 putranya yang sudah menjadi Kristen menjadi gubernur di berbagai tempat. Di Ukraina, Rusia, dan daerah Slavia, Vladimir dikenal sebagai orang kudus. Kristen pun tersebar ke wilayah Kievan Rus seperti Belarusia, dan bagian tengah Rusia.

Vladimir meninggal dunia pada 15 Juli 1015 di Berestovoe, Rusia. Ia diakui di Gereja Katolik Yunani, Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks sebagai pelindung kerajaan dari rongrongan paganisme. Vladimir dalam bahasa Slavia, yaitu volod yang berarti kekuasaan, pemerintah dan mir berarti damai. Bangsa Slavia mengenal Santo Vladimir Agung sebagai penguasa yang memerintah dunia dengan damai. Ia diperkirahkan dikanonisasi sekitar tahun 1500-an.

Yusti H. Wuarmanuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here