Undian Tanda Kasih ke Tanah Suci

116
Direktur Utama Raptim Piet Adrian Tarappa sedang mengambil undian bagi pelanggang Majalah Hidup.[HIDUP/Decky Adiarto]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com Majalah Hidup dan PT Raptim Indonesia mengajak umat menuju kedalaman hidup.

MIMPI apa semalam? tanya Pemimpin Umum Majalah Hidup, Pastor M. Harry Sulistyo kepada seorang pelanggan Majalah Hidup, melalui telepon seluler. Pelanggan Hidup itu adalah Michael Suwarno. Dia tinggal di Yogyakarta. Suwarno tak langsung percaya dirinya mendapat kesempatan ke Tanah Suci lantaran berlangganan Hidup.

Dia sempat mematikan teleponnya pada panggilan pertama. Suwarno baru percaya saat karyawan Hidup dan Pastor Harry menghubunginya untuk kedua kalinya.

“Saya tak bisa berkata apa-apa. Saya sudah lama berharap mendapatkan undian itu. Saya sangat bersyukur. Salah satu impian saya menjadi kenyataan. Semoga ziarah ini menambah iman saya dan membuat hidup saya menjadi berkat bagi yang lain,” harapnya.

Undian Tanda Kasih Pelanggan Majalah Hidup merupakan kerja sama antara Hidup dengan biro perjalanan dan ziarah milik Konferensi Wali gereja Indonesia, PT Raptim Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa, 28/8.

Ini untuk kedua kalinya Hidup dan PT Raptim Indonesia mengadakan undian tanda kasih. Sebelumnya berlangsung tahun lalu. Dalam khotbahnya ketika Misa bersama para pelanggan Hidup, Pastor Harry mengungkapkan, Majalah Hidup mengulas kedalaman informasi tentang Kekatolikan.

Sehingga kehadiran majalah yang terbit sejak 1946 itu amat berarti, bukan semata-mata sebagai media informasi tapi lebih dari itu media refleksi. “Majalah Hidup bisa dikatakan sebuah oase yang memberi kedalaman kepada pembacanya. Sehingga menjadi begitu beda di tengah arus informasi yang begitu kuat,”ujarnya.

Sementara Direktur Utama PT Raptim Indonesia, Piet Adrian Tarappa menjabarkan, sinergi dua institusi ini (Majalah Hidup dan PT Raptim Indonesia) memiliki tujuan yang sama, yakni mengantar orang menuju ke kedalaman dalam bentuk berbeda.

Majalah Hidup, ujar Piet, mengedukasi orang lewat tulisan. Sedangkan PT Raptim Indonesia mengedukasi umat dengan membimbing dan mengantar mereka ke tempat-tempat suci. “Di sana, mereka secara pribadi mengalami dan merasakan serta memetik sesuatu dari situs-situs yang dikunjungi. Dua institusi mengantar orang menuju muara dan kedalaman (hidup),” bebernya.

Piet juga mengajak umat untuk memanfaatkan sarana Gereja secara optimal. “Gereja telah menyediakan kelimpahan sarana. Ada yang dari sisi media informasi yakni Majalah Hidup ada juga dari sisi peziarahan lewat PT Raptim. Keduanya saling melengkapi,” ujarnya.

Selain Suwarno, ada empat pemenang lain yang mendapat kesempatan serupa yakni: Anastasya M.S Wahyuningsih, Agoes Yani. H. ST, Tjipto Imam Santoso, Toslyn Agalba.

 

Willy Matrona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here