Temu Unio Regio Jawa 2018: Toleransi Kunci Utama Kegiatan Lintas Agama

614
Para imam yang tergabung dalam UNio Regio Jawa berfoto bersama di depan Paroki Keluarga Kudus Cibiong. Mereka juga disambut dengan tarian selamat datang dari Flobamora. [dok.ist.]
Temu Unio Regio Jawa 2018: Toleransi Kunci Utama Kegiatan Lintas Agama
1.5 (30%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com Temu Unio (para Pastor) Regio Jawa tahun 2018 ini berlangsung dari Selasa, 18 hingga Jumat, 21 September di Keuskupan Bogor. Pertemuan Unio kali ini mengangkat tema “Potret Karya Pastoral Keuskupan Bogor dalam Membangun Toleransi di tengah Pluralitas.”

Kegiatan yang dihadiri sekitar 200an Pastor se-Jawa ini, bertempat di Hotel Aston dengan berbagai acara. Salah satu sub tema yang dibahas adalah dengan bersama-sama menyatukan visi bagaimana menghadapi tahun politik yang kian memanas dengan berbagai isu negatif.

Pertemuan ini bertujuan agar para Imam sebagai tokoh penting agama mampu membangun sikap toleransi pada umatnya ditengah masyarakat yang majemuk serta beragam. Regio Jawa terdiri dari tujuh Keuskupan yakni:

  • Keuskupan Agung Jakarta (KAJ)
  • Keuskupan Bogor
  • Keuskupan Bandung
  • Keuskupan Agung Semarang
  • Keuskupan Purwokerto
  • Keuskupan Surabaya
  • Keuskupan Malang

Selama kegiatan tersebut ada kegiatan yang berhubungan dengan beberapa pemuka agama dari Islam, Hindu, Buddha dan lainnya. “Selain itu juga kami mengunjungi beberapa pesantren yang ada di wilayah Bogor,” ujar Pastor David Lerebulan, ketika ditemui saat Misa Penutupan Unio Regio Jawa.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, pada hari kedua diadakan Seminar yang mengangkat tema mengenai “Pandangan Gereja terhadap Pluralisme”, dengan narasumber yaitu Pastor Fabianus Heatubun, Pastor Yohanes Driyanto, dan Pastor Mikael Endro, bersama Pastor Agustinus Suyatno selaku moderator.

Seminar tersebut akan berlangsung selama dua jam, dengan tema “Toleransi dalam Pluralitas di Kota Bogor: Pandangan Tokoh Agama dan Masyarakat,”. Akan bertindak sebagai narasumber ialah Walikota Bogor, Yanto; Rosa Delima; dan Ustad Ubaidilah. Turut hadir pula komunitas Bogor Sahabat dan BASOLIA, dengan moderator Pastor Mikail Endro Susanto.

Selanjutnya kegiatan pada hari ketiga, Kamis, 20/9, yang berupa kunjungan ke Pesantren, akan berjalan selama tiga jam. Setelah itu rombongan kembali ke hotel, untuk persiapan acara Pentas Seni Kerukunan.

Uskup Keuskupan Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM mengatakan bahwa beliau merasa senang dengan diadakannya kegiatan ini, sambil berharap semoga kegiatan seperti ini sering dilakukan bersama-sama, bukan saja dari kalangan rohaniwan tetapi turut melibatkan seluruh elemen masyarakat, agar semakin memahami dan mengerti ajaran agama lain, serta dapat menumbuhkan sikap toleransi dalam membangun persatuan.

Puncak kegiatan pertemuan Unio Regio Jawa 2018 ini dilangsungkan di Paroki Keluarga Kudus Cibinong (PKKC) pada Jumat pagi, 21/9, dalam misa penutup dan pembacaan rekomendasi, yang dipimpin langsung oleh Uskup Bogor, Mgr Paskalis.

Misa syukur tersebut dihadiri oleh umat dari berbagai paroki yang ingin turut berdoa, bersama sekitar 200-an Pastor Diosesan (RD). Penyambutan diiringi dengan penampilan drumband dari SD Mardi Waluya Cibinong dan tarian dari Flobamora.

Usai misa penutupan, acara dilanjutkan dengan sambutan meriah, dengan suguhan berbagai elemen budaya baik dari Flores maupun Jawa.

Dok.:Marius (Komsos Bogor)/Pastor Agustinus Suyatno, Pr
Laporan: Gloria/A.Bilandoro

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here