Karismatik Harus Terbuka

332
Pembukaan Konvenas Karismatik di Pontianak, Kalimantan Barat. [Dok. Panitia]
Karismatik Harus Terbuka
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com Gerakan Karismatik hendaknya tidak saja berfokus pada pertumbuhan iman tetapi terbuka pada orang lain yang menderita.

DILANDASI semangat pembaruan, Badan Pelayanan Nasional (BPN) mengadakan pertemuan Moderator Persekutuan Doa Pembaruan Karismatik Katolik Nasional (Modernas) di Gardenia Resort, Hotel Aston, Pontianak, Selasa-Kamis, 25-27/9.

Pertemuan ini dihadiri peserta yang terdiri dari 170 imam pendamping persekutuan doa dan para awam lainnya. Hadir juga dalam kegiatan ini Moderator BPN Pastor Antonius Gunardi MSF, Koordinator Endie Rahardja dan Penasihat Episcopal Karismatik Mgr Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm dan Uskup Ketapang Mgr Pius Riana Prapdi.

Turut hadir, moderator setiap Badan Pelayanan Provinsi Gerejawi provinsi dan Badan pelayanan setia keuskupan. Sebagai narasumber, Michelle Moran, President International Catholic Charismatic Renewal Services dari Vatikan menyampaikan pesan Paus Fransiskus dalam tema, “Ministerial Priesthood is a Call of Love”. Michela mengajak peserta merefleksikan pesan Paus Fransiskus yang sejalan dengan tema kegiatan “Bagikan Rahmat Pembaharuan”.

Sementara itu, Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, dalam misa pembukaan berpesan agar kharismatik jangan hanya mementingkan pertumbuhan iman diri sendiri dan kelompok. Menurutnya, Karismatik harus peduli akan lingkungan luar yaitu kepada orang-orang yang tidak mampu.

“Iman seseorang menjadi lengkap bukan karena hebatnya dia tetapi keterbukaan melihat penderitaan orang lain,’ ujar Mgr Agus.

Konvenas XIV Karismatik ini juga diisi dengan berbagai lokakarya dari berbagai narasumber seperti Anne Marie dari Australia, Mgr Pidyarto, Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunyamin OSC, Mgr Pius Riana Prapdi, Pastor Yohanes Indrakusuma CSE, dan lainnya.

Di hari terakhir di adakan Kebangunan Rohani Katolik di Gereja Katedral St Yoseph Pontianak dengan tema “Spreading the Fire” yang dihadiri sedikitnya dua ribu peserta.

 

Eko Fabianus (Pontianak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here