OBITUARI: Leo Sabam Batubara, Idealisme Tegak Lurus

159
Leo Sabam Batubara. [Dok. Pribadi]
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com SUNGGUH diluar dugaan, enam hari setelah pertemuan terakhir kami di gedung Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Salemba, tepatnya 23 Agustus 2018, tatkala bersama-sama sebagai pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Forkom Narwastu membahas topik “Kemerdekaan Berpendapat”, Leo Sabam Batubara pergi meninggalkan kita semua.

Terlalu banyak memori bersama beliau. Betapa tidak, sejak menjadi aktivis PMKRI di usia 20-an, Pak Leo selalu menjadi narasumber dengan ciri khas, idealisme yang tegak lurus. “Presiden boleh silih berganti, tapi kemerdekaan pers harus tetap dirawat,” demikian Pak Leo mengawali uraian di FGD Narwastu minggu lalu.

Di tengah perjuangan merawat kebebasan pers, Pak Leo akhir-akhir ini sering risau dengan media online yang semakin hari diwarnai oleh berita hoax. Perang melawan hoax adalah salah satu pesan beliau yang patut untuk kita kenang terus.

Di akhir FGD, saya memberi Pak Leo rosario. Saya katakan, “Pak ini rosario khusus saya bawa dari Morotai, Maluku Utara, hasil kerajianan tangan masyarakat di sana yang bahan bakunya dari besi putih sisa-sisa kapal perang AS saat perang dunia kedua.”

Mendengar penjelasan yang demikian, Pak Leo langsung menyambar bercerita tentang perang dunia kedua, dan Jenderal Mc. Arthur. Selamat jalan Pak Leo, kami akan terus melanjutkan perjuanganmu, merawat, dan menjaga kebebasan pers dan konsisten melawan hoax.

 

Hermawi Taslim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here